Porostimur.com, Ambon — Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Pattimura (Unpatti) Prof. Dr. Dominggus Malle, S.Pt., M.Sc., menegaskan bahwa penanganan kemiskinan di Provinsi Maluku harus berbasis data dan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik wilayah kepulauan.
Hal itu disampaikannya saat membuka kuliah umum bertajuk “Strategi Penanggulangan Kemiskinan, Pemenuhan Layanan Dasar, dan Kebijakan Perlindungan Sosial Adaptif” yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpatti, Rabu (29/4/2026), di Aula Rektorat Universitas Pattimura.
Tantangan Kepulauan dan Ketimpangan Akses
Dalam sambutannya, Prof. Malle menyoroti bahwa Maluku memiliki tantangan geografis yang unik sebagai daerah kepulauan dengan dominasi wilayah perairan, namun belum diimbangi dengan alokasi pembangunan yang proporsional.
Ia menegaskan bahwa persoalan kemiskinan di Maluku tidak dapat disamakan dengan daerah lain di Indonesia karena keterbatasan akses, distribusi sumber daya, serta konektivitas antarwilayah yang masih menjadi hambatan utama.
“Isu kemiskinan di Maluku harus dilihat secara komprehensif, bukan hanya dari angka statistik, tetapi juga realitas sosial masyarakat di lapangan,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa sebagian masyarakat telah memiliki akses terhadap teknologi dan aset dasar, namun belum diiringi peningkatan produktivitas dan akses pasar yang memadai, sehingga diperlukan kebijakan yang lebih kontekstual.









