Porostimur.com, Maba – Krisis air melanda petani di Desa Bangul, Kecamatan Maba Tengah, Kabupaten Halmahera Timur, di tengah musim tanam. Kondisi ini dipicu belum rampungnya pembangunan bendungan irigasi yang mengakibatkan distribusi air ke lahan pertanian terhenti.
Akibatnya, para petani kini dihadapkan pada ancaman gagal panen jika persoalan tersebut tidak segera ditangani.
Andalkan Pompa dan Air Sisa
Untuk bertahan, petani terpaksa menggunakan mesin pompa (alkon) dan memanfaatkan sisa air dari saluran got. Namun, upaya tersebut dinilai tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pengairan sawah secara optimal.
Salah satu petani, Suwandi, mengaku kondisi kekeringan ini sudah berlangsung sejak akhir 2024.
“Kami hanya berharap hujan. Kalau tidak, kami tidak bisa tanam,” ujarnya, Jumat (1/5/2026).
Ia bahkan menyebut, pada musim tanam sebelumnya, sebagian petani memilih tidak menanam karena kekurangan air.
Harap Intervensi Pemerintah
Para petani mengeluhkan minimnya perhatian dari dinas terkait. Mereka berharap pemerintah segera turun tangan dengan menghadirkan solusi konkret, seperti pembangunan sumur bor maupun bantuan pengairan darurat.
Menurut mereka, tanpa intervensi cepat, kerugian yang dialami petani akan semakin besar.
Camat Dorong Penanganan Lewat Dana Desa
Sementara itu, Camat Maba Tengah, Muhdin Kiye, mengatakan pihaknya telah meminta pemerintah desa untuk memprioritaskan penanganan krisis air melalui Anggaran Dana Desa (ADD).









