Tiyo Ardianto Terlalu Berani

oleh -26 views

Oleh: Ady Amar, Kolumnis

Tiyo Ardianto—Eks Ketua BEM Universitas Gajah Mada—berbicara dengan kelantangan yang membuat banyak orang kagum, tetapi juga cemas.
Bukan karena kritiknya selalu benar, melainkan karena ia mengucapkannya seperti seseorang yang belum belajar takut.

Mungkin persoalannya bukan Tiyo yang terlalu berani. Mungkin justru kita yang sudah terlalu lama hidup dalam suasana yang membuat keberanian terasa sebagai sesuatu yang tidak lazim.

Sebagai mahasiswa, Tiyo sesungguhnya sedang melakukan sesuatu yang menjadi bagian dari tradisi panjang gerakan kampus di Indonesia: mengawasi, mengkritik, dan mengingatkan kekuasaan.

Tradisi itu pernah melahirkan banyak tokoh, banyak perdebatan, dan banyak perubahan.

Kampus tidak dibangun hanya untuk mencetak tenaga kerja yang patuh, melainkan juga warga negara yang berpikir merdeka.

Baca Juga  Lantik Adolof Pokar sebagai Kepala BPKD, Bupati Aru Tekankan Integritas dan Akuntabilitas

Namun yang membuat Tiyo menonjol bukan semata isi kritiknya—tapi kesan bahwa ia berjalan beberapa langkah di depan kawan-kawannya. Di saat banyak mahasiswa memilih berbicara dalam forum-forum terbatas, ia memilih ruang publik. Di saat banyak yang menimbang risiko, ia tampak lebih sibuk menyampaikan kegelisahan. Akibatnya, suara yang seharusnya menjadi paduan suara kampus terdengar seperti suara seorang diri.

No More Posts Available.

No more pages to load.