Porostimur.com, Maba — Kondisi Kali Kukuba di Desa Buli Asal dan Wayafli, Kecamatan Maba, Halmahera Timur, dilaporkan mengalami perubahan drastis. Air sungai yang dulunya jernih kini berubah menjadi cokelat pekat dan dipenuhi lumpur, memicu kekhawatiran warga terhadap dampak lingkungan yang kian meluas.
Perubahan tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas pembangunan proyek pabrik baterai listrik yang dikelola PT Feni Haltim bersama subkontraktornya, PT Buka Bumi Konstruksi.
Diduga Dipicu Pembukaan Lahan di Hulu
Warga menyebut kerusakan mulai terlihat sejak pembukaan lahan besar-besaran di wilayah hulu sungai. Aktivitas pembabatan hutan dan penggalian tanah disebut berlangsung masif tanpa pengendalian erosi yang memadai.
Informasi ini turut diperkuat oleh video yang diunggah seorang warga, Said Marsaoli, di media sosial pada Minggu (2/5/2026), yang memperlihatkan kondisi air sungai yang keruh dan dipenuhi material lumpur.
“Setiap hujan turun, tanah dari atas langsung hanyut ke sungai. Air berubah seperti jalur pembuangan lumpur,” ungkapnya.
Ancam Ekosistem Teluk Buli
Endapan lumpur dari Kali Kukuba disebut mengalir hingga ke perairan Teluk Buli. Dampaknya, air laut menjadi keruh dan menutup terumbu karang yang menjadi habitat berbagai biota laut.
Warga juga mengkhawatirkan meningkatnya kandungan logam berat seperti nikel dan kromium yang disebut telah melampaui ambang batas aman, sehingga berpotensi membahayakan ekosistem laut dan kesehatan manusia.









