Porostimur.com, Langgur — Lonjakan harga kemasan berbahan plastik dalam beberapa pekan terakhir membuat pedagang di Pasar Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara, kian tertekan. Kenaikan yang mencapai dua kali lipat ini memicu keluhan, terutama dari pelaku usaha kecil yang bergantung pada kantong plastik untuk aktivitas jual beli.
Kenaikan harga tersebut diduga berkaitan dengan terganggunya rantai pasok global akibat konflik di Timur Tengah, yang berdampak pada impor bahan baku plastik.
Harga Naik Dua Kali Lipat
Salah satu pedagang sayur di Pasar Langgur, Nona, mengaku harus menanggung lonjakan biaya operasional akibat kenaikan harga plastik.
Ia menyebut, sebelumnya kantong plastik ukuran 1 kilogram dibeli seharga Rp7 ribu per pak. Kini, harganya melonjak menjadi Rp18 ribu.
“Modal bertambah, tapi pemasukan tetap. Kami jadi dilema,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Pedagang Terpaksa Berhemat
Kenaikan tersebut memaksa pedagang melakukan berbagai penyesuaian. Salah satunya dengan membatasi penggunaan kantong plastik kepada pembeli.
“Kalau pembeli minta tambahan kantong, terpaksa kami tolak. Karena kalau terus dituruti, biaya makin membengkak,” katanya.
Menurutnya, kondisi ini sangat memberatkan, apalagi di tengah daya beli masyarakat yang juga cenderung menurun.









