Pemkot Ternate Didesak Tambah Dua Ambulans Laut di Batang Dua, Hiri dan Moti

oleh -56 views
Muis Ade mendesak Pemerintah Kota Ternate untuk segera mengambil langkah konkret, salah satunya dengan menambah minimal dua unit ambulans laut khusus untuk wilayah BAHIM.

Porostimur.com, Ternate — Keterbatasan fasilitas rujukan medis di wilayah kepulauan kembali memakan korban. Seorang pasien asal Kelurahan Tifure, Kecamatan Batang Dua, Kota Ternate, dilaporkan kehilangan janin yang dikandungnya setelah proses evakuasi medis menggunakan ambulans laut mengalami keterlambatan hampir satu hari.

Peristiwa ini kembali membuka persoalan klasik pelayanan kesehatan di wilayah Batang Dua, Hiri, dan Moti (BAHIM), yang hingga kini masih bergantung pada satu armada ambulans laut.

Terlambat Dievakuasi, Janin Tak Terselamatkan

Pasien bernama Susvita Guraici awalnya dijadwalkan dirujuk ke RSUD Chasan Boesoirie Ternate pada Sabtu, 16 Mei 2026 sekitar pukul 15.01 WIT. Namun rencana tersebut urung terlaksana karena ambulans laut yang menjadi satu-satunya akses evakuasi saat itu berada di Pelabuhan Residen Ternate.

Baca Juga  Perayaan HUT Haltim Disorot, Warga Nilai Pelaksanaan Sepak Bola Menurun

Ambulans baru diberangkatkan ke Tifure pada Minggu, 17 Mei 2026 sekitar pukul 09.17 WIT. Setelah menempuh perjalanan laut, pasien tiba di rumah sakit sekitar pukul 13.00 WIT. Namun, harapan keluarga pupus setelah dokter menyatakan janin yang dikandung Susvita telah meninggal dunia.

Keterangan keluarga mengungkap, sebelum dirujuk kondisi janin masih dalam keadaan baik. Orang tua pasien, Rizart Guraici, menyebut detak jantung janin masih terdeteksi saat pemeriksaan di Pustu Tifure.

No More Posts Available.

No more pages to load.