Porostimur.com, Jakarta – Kebiasaan menghabiskan waktu berjam-jam di media sosial atau yang dikenal dengan istilah doom-scrolling kini menjadi sorotan serius. Laporan terbaru mengungkap, aktivitas tersebut berpotensi menurunkan tingkat kebahagiaan sekaligus berdampak buruk pada kesehatan mental, terutama di kalangan anak muda.
Temuan ini tertuang dalam World Happiness Report yang diterbitkan oleh Wellbeing Research Centre di University of Oxford. Laporan tersebut menunjukkan adanya hubungan kuat antara penggunaan media sosial secara berlebihan dengan penurunan kesejahteraan mental.
Anak Muda dan Perempuan Paling Terdampak
Penelitian mengungkap bahwa kelompok usia di bawah 25 tahun menjadi yang paling rentan, khususnya perempuan di negara-negara Barat seperti Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Inggris.
Peneliti Michael Plant menjelaskan, penggunaan media sosial dalam batas wajar sebenarnya masih memiliki manfaat, terutama untuk menjaga koneksi sosial. Namun, dampaknya berubah ketika durasi penggunaan semakin panjang.
“Semakin lama waktu yang dihabiskan untuk scrolling, dampaknya justru semakin buruk bagi kesehatan mental,” ungkapnya.
Fenomena doom-scrolling sendiri merujuk pada kebiasaan mengonsumsi konten secara terus-menerus dalam waktu lama, yang dapat memicu stres, kecemasan, hingga perasaan negatif.









