Gelombang Panas Eropa Tewaskan Lebih dari 10 Ribu Orang dalam Sepekan, Lansia Paling Rentan

oleh -62 views
Data resmi EuroMOMO, jaringan pemantauan kematian yang didukung oleh Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mencatat sebanyak 10.650 kematian terjadi selama periode 22–28 Juni 2026.

Porostimur.com, Stockholm – Gelombang panas ekstrem yang melanda kawasan Eropa Barat pada akhir Juni 2026 memicu lonjakan angka kematian secara signifikan. Dalam kurun waktu sepekan saja, lebih dari 10.000 orang dilaporkan meninggal dunia ketika suhu udara mencapai level tertinggi yang memecahkan berbagai rekor di sejumlah negara.

Data resmi EuroMOMO, jaringan pemantauan kematian yang didukung oleh Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mencatat sebanyak 10.650 kematian terjadi selama periode 22–28 Juni 2026.

Laporan yang dikutip dari The Korea Times, Senin (13/7/2026), menyebutkan angka tersebut merupakan total kematian dari berbagai penyebab yang dihimpun dari statistik nasional di 27 negara Eropa. Meski tidak seluruhnya diklasifikasikan sebagai kematian akibat cuaca panas, periode pelaporan bertepatan dengan puncak gelombang panas yang menerjang Prancis, Spanyol, Inggris, Belgia, dan sejumlah negara Eropa lainnya.

Baca Juga  Sedang Cemas dengan Cobaan Hidup? Baca Surat dan Ayat Ini Agar Hati Tenang

Kepala dokter Statens Serum Institut Denmark yang mengelola EuroMOMO, Lasse Vestergaard, mengatakan lonjakan kematian pada periode tersebut merupakan kondisi yang sangat tidak lazim.

“Terjadinya angka kematian berlebih seperti ini pada waktu seperti ini di tahun ini sungguh tidak biasa. Angkanya sangat tinggi,” ujarnya kepada Reuters.