Mengapa Banyak Pemimpin Sering Berlaku Arogan?

oleh -3 Dilihat
Yusuf Blegur, Kolumnis

Oleh: Yusuf Blegur, Kolumnis

Mulai dari kaos kaki dan sepatu, dari celana dalam hingga seragam, sampai jabatan, fasilitas dan kekayaan mereka dapat dari kepercayaan dan uang rakyat. Lalu kenapa para pemimpin itu terus pongah dan merasa mereka seperti raja yang harus dilayani dan menganggap rakyat seperti keset yang bisa diinjak-injak kapan saja

Peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam seharusnya menjadi momentum yang tepat untuk melakukan kritik otokritik pada setiap orang. Atau setidaknya mengevaluasi diri bagi semua umat umumnya dan para pemimpin khususnya.

Peristiwa penting dan bersejarah pada 12 Rabiul Awal Tahun Gajah (bertepatan tahun 571 M atau 570 M) itu, memiliki pesan dan makna yang dalam sekaligus luas pada kehadiran manusia mulia dan penuh kasih sayang tersebut.

Secara keseluruhan kelahiran Nabi Penutup Zaman itu dapat menjadi rahmatan lil ‘alamin dan pada hal yang istimewa utusan Allah subhanahu wa ta’ala terakhir yang penuh kharomah mengemban misi memperbaiki dan menyempurnakan akhlak manusia. Sungguh karunia terbesar dari Sang Khalik bagi peradaban umat di muka bumi ini, bisa menerima kehadiran manusia agung yang sarat transformatif, altruis, dan penuh keteladanan.

No More Posts Available.

No more pages to load.