Tempo dan Jokowi di Balik Iklan Tersembunyi

oleh -29 Dilihat

Oleh: Ady Amar, Kolumnis

Ada sesuatu yang terasa ganjil ketika majalah Tempo, media yang belakangan cukup keras mengkritik Joko Widodo, justru menghadirkan mantan presiden itu sebagai wajah utama edisi 23 Agustus 2026.
Wawancara eksklusif itu tentu sah sebagai kerja jurnalistik. Tetapi di luar ruang redaksi, muncul pertanyaan yang tidak mudah disingkirkan: mengapa sebuah wawancara jurnalistik justru oleh sebagian pembacanya terasa seperti iklan yang disamarkan?

Pertanyaan itu penting bukan karena kita tahu jawabannya, melainkan karena memang kita tidak tahu. Dan dalam ketidaktahuan itulah kecurigaan publik tumbuh.

Barangkali semuanya bermula dari sampul pada majalah itu: “Ancang-Ancang Jokowi.” Sebuah judul yang terdengar seperti isyarat. Bukan sekadar tentang masa lalu seorang presiden, melainkan tentang langkah yang sedang disiapkan untuk masa depan politik. Di bawahnya, tiga perkara diletakkan berurutan: hubungan dengan Presiden Prabowo, soal ijazah, dan manuver politik menuju 2029.

Tidak ada yang keliru dengan mewawancarai Jokowi. Bahkan, dari sudut pandang jurnalistik, seorang tokoh yang belum habis dan terus menjadi pusat perhatian publik memang layak ditanya. Wartawan justru mempunyai alasan untuk mendatangi orang yang kontroversial, bukan hanya mereka yang menyenangkan pembacanya.

No More Posts Available.

No more pages to load.