Porostimur.com, Riyadh – Konflik di Timur Tengah kembali memasuki fase yang semakin sulit diprediksi. Serangan pesawat nirawak dari Irak terhadap jaringan pipa Arab Saudi menjadi salah satu indikasi bahwa bara konflik di kawasan tersebut terus menjalar ke berbagai front.
Adam Baron, rekan peneliti Future Security Program pada lembaga pemikir New America, menilai perkembangan itu mencerminkan kondisi Timur Tengah yang semakin mudah meledak.
“Sejak dimulainya perang AS-Israel melawan Iran enam bulan lalu, kita menghadapi situasi berupa serangkaian konflik yang saling terkait di berbagai front, dengan intensitas ketegangan yang pasang surut di seluruh kawasan,” ujar Baron.
Di tengah situasi tersebut, perkembangan di Yaman menjadi perhatian tersendiri.
Kelompok Houthi atau Ansar Allah dilaporkan bergerak cepat menguasai sejumlah wilayah strategis di sepanjang pantai barat Yaman. Perkembangan ini tidak hanya mengubah peta konflik domestik Yaman, tetapi juga berpotensi memengaruhi dinamika keamanan kawasan.
Salah satu titik paling krusial adalah Bab al-Mandeb.
Bab al-Mandeb Jadi Kunci Perebutan Pengaruh
Menurut Baron, penguasaan cepat Houthi atas sejumlah kota penting di pantai barat Yaman dari pasukan yang didukung Arab Saudi merupakan sebuah titik balik.









