Porostimur.com, Doha – Perang dengan Iran disebut mulai meninggalkan persoalan serius bagi Amerika Serikat. Bukan hanya menyangkut hasil operasi militer, tetapi juga reputasi kekuatan Washington di mata dunia serta kemampuannya mengendalikan situasi di salah satu jalur perdagangan paling strategis dunia, Selat Hormuz.
Mohamad Elmasry, profesor di Doha Institute for Graduate Studies, menilai reputasi militer Amerika Serikat telah mengalami kerusakan parah menyusul serangan terhadap Iran pada Februari lalu.
Menurutnya, klaim Washington mengenai meningkatnya lalu lintas kapal tanker minyak di Selat Hormuz tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.
“Reputasi AS telah rusak secara permanen selama perang ini; tidak ada keraguan mengenai hal itu,” ujar Elmasry kepada Al Jazeera.
Ia mengatakan, data pelacakan kapal justru menunjukkan bahwa hanya sedikit kapal yang mampu melintasi Selat Hormuz dibandingkan kondisi normal.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Amerika Serikat yang selama ini berusaha memastikan jalur pelayaran strategis tersebut tetap terbuka.
AS Dinilai Gagal Memaksa Iran Mundur
Menurut Elmasry, persoalan terbesar bagi Washington bukan semata bagaimana menghadapi kekuatan militer Iran, tetapi bagaimana mengembalikan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz ke kondisi normal.









