Air Mata Ibu Siti Maba Sangaji: Menanti Om Salasa Keluar dari Jeruji Besi

oleh -2 Dilihat

Porostimur.com, Maba – Di sebuah rumah sederhana di Desa Maba Sangaji, Kecamatan Kota Maba, seorang perempuan lanjut usia setiap hari duduk di teras, memandang jalan sepi yang mengarah ke kampung. Dialah Ibu Siti Mahmud (65), istri Bapak Salasa Muhammad (75)—petani sekaligus perangkat adat yang kini ditahan polisi bersama 10 warga lain karena mempertahankan hutan adat dari aktivitas tambang.

Dulu, hari-hari Ibu Siti selalu diwarnai kebersamaan dengan sang suami. Mereka berdua ke kebun menanam kasbi, pisang, memanen pala, dan merawat ladang. Kadang, di sela waktu, ia membakar sagu untuk menambah penghasilan rumah tangga. Kini, semua itu tinggal kenangan. Kebun terbengkalai, pala jatuh ke tanah tanpa dipungut, dan rumah terasa kosong.

Baca Juga  Harhubnas 2026 di Tual: Pemkot Tekankan Keselamatan dan Konektivitas Transportasi

Dari Senyum Bersama ke Sunyi yang Panjang

Ibu Siti masih ingat betul momen ketika kabar penangkapan suaminya sampai ke telinga. Ia tak pernah menyangka, niat Bapak Salasa memasang bendera adat—sebagai simbol penolakan terhadap tambang di tanah ulayat—berujung jeruji besi.

“Torang kaget pas paitua dapa tangka. Torang tau paitua pigi kadara (kali) langsung bale kampung. Paitua bukan mo bakupukul, niatnya cuma mo pasang bendera adat. Pas dengar kabar paitua so dapa tangka, torang semua kaget,” ujar Ibu Siti dengan suara bergetar.

No More Posts Available.

No more pages to load.