AJI Ternate dan PWI Malut Imbau Jurnalis Waspada Liput Kasus Corona

oleh -226 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Aliansi Jurnalis Independen Kota Ternate dan Persatuan Wartawan Indonesia di Ternate, Maluku Utara, menyerukan perusahaan media dan wartawan agar waspada terhadap ancaman penularan virus Corona yang hingga kini, jumlah kasusnya di Indonesia terus meningkat.

Melansir cermat.com, Ketua AJI Kota Ternate, Hairil Abdul Rahim menyatakan, beberapa warga Indonesia yang divonis positif Corona terjadi karena penularan, sehingga perlu langkah kesiapsiagaan.

Ia menyebutkan, sesuai laporan Kemenkes RI, dari pasien positif Corona sudah ada yang meninggal dunia. “Karena itu, jurnalis dan media sebagai orang yang paling depan mencari dan mengabarkan informasi perlu langkah kewaspadaan dan pencegahan,” kata Hairil, Sabtu (21/03/2020).

Hairil bilang, upaya kewaspadaan dan pencegahan wabah virus Corona Covid-19 itu sudah menjadi perhatian bersama, sehingga jurnalis sebelum ke lokasi liputan perlu membekali diri dengan alat pengaman, seperti masker dan sering-sering menggunakan hand sanitizer.

Hairil mengimbau, kepada jurnalis agar memiliki langkah-langkah kesiapsiagaan saat melakukan aktivitas jurnalistik.

Baca Juga  Usman-Bassam Tampil Gemilang di Debat Pertama Pilkada Halsel

“AJI Indonesia sudah mengeluarkan protokol keamanan peliputan dan pemberitaan Covid-19 bagi jurnalis dan perusahaan media. Tentunya ini sebagai langkah kewaspadaan dan pencegahan terhadap penularan virus di daerah,” katanya.

Ia mengatakan dalam panduan tersebut, menyebutkan jurnalis perlu mempertimbangkan aspek keselamatan dalam bertugas tanpa harus mengabaikan fungsi utamanya; meliput dan memberitakan peristiwa Covid-19 sebagai bentuk tanggungjawabnya kepada publik.

“Jurnalis wajib menaati kode etik jurnalistik dalam liputan Covid-19, salah satunya dengan menghormati hak narasumber, dan termasuk soal privasinya. Begitu pun dengan perusahaan media perlu memperhatikan keamanan dari acara yang akan diliput jurnalis atau wartawan yang ditugaskan ke lokasi liputan tersebut,” kata Hairil.

AJI Kota Ternate, lanjut Hairil, mengimbau, pemerintah provinsi maupun kabupaten kota di Maluku Utara yang memiliki sarana transportasi udara dan laut agar bergerak lebih cepat, dan serius mencegah ancaman penularan virus Corona ke masyarakat Maluku Utara.

Baca Juga  Utang Negara Sudah 40 Persen Lebih, Pemerintah Khawatir

“Harus ada pengawalan dan pengawasan di Bandara Sultan Babullah Ternate, Bandara Pintu di Morotai, kemudian Bandara Usman Sadik di Bacan, karena bandara ini yang menjadi akses langsung warga yang datang dari Luar, baik dari Manado bisa langsung terbang ke Morotai, ke Usman Sadik dan Ternate. Terus juga pelabuhan yang diakses, paling tidak ada alat pendeteksi yang lebih canggih selain alat pengukur suhu tubuh,” tambahnya.

WhatsApp Image 2020-03-20 at 20.03.20.jpeg
Ketua PWI Malut Safrudin Ganda. Foto: Faris Bobero/cermat

Ketua PWI Malut Safrudin Ganda, mengajak seluruh awak media agar memberitakan informasi mengenai Covid-19 harus berdasarkan fakta-fakta yang ada.

“Tidak boleh menyebarkan informasi hoaks. “Kalau menemui dokter itu yang melakukan pemeriksaan, harus mengungkap dengan fakta agar wartawan menyampaikan ke masyarakat juga berita yang aktual, berita yang penuh dengan fakta,” tambahnya.Ia meminta pemerintah memperketat pengawasan di daerah-daerah pertambangan, khususnya di Halmahera Tengah dan kawasan Obi, Halmahera Selatan. Menurutnya, ada banyak WNA yang terkadang datang ke wilayah pertambangan tidak diperiksa. Selain itu, Safrudin juga mendesak pemerintah agar memberlakukan system lock down. “Akses ini perlu dibatasi, sekarang di Manado sudah ada, jangan sampai datang di Maluku Utara baru kita mengambil langkah, gak bisa, ambil langkah sedini mungkin. Pemerintah harus mengambil langkah yang tepat sehingga virus itu tidak sampai ke kita,” tegasnya. (red/rtm/kump)

Baca Juga  Sibuk Dengan Ibukota Baru dan Remehkan Isu Papua, Jokowi Dianggap Tak Arif