Akankah Partai Gelora Layu Sebelum Berkembang?

oleh -9 Dilihat

Porostimur.com | Jakarta: Partai Gelora Indonesia sudah menetapkan susunan kepengurusan inti atau Dewan Pimpinan Nasional (DPN) mereka. Partai besutan Fahri Hamzah, Anies Matta, dan sejumlah eks elite PKS lainnya ini hanya tinggal menunggu Surat Keputusan dari KemenkumHAM untuk bisa diresmikan.

Mantan Presiden PKS Anis Matta akan menjadi Ketum Partai Gelora. Sedangkan Fahri Hamzah akan mengisi posisi Wakil Ketua Umum, Mahfudz Siddiq sebagai Sekjen, dan Ahmad Riyaldi sebagai Bendahara Umum.

Meski baru mengumumkan susunan DPN, namun menurut Fahri, akan banyak tokoh-tokoh besar yang merapat ke pengurusan Partai Gelora, termasuk politisi Demokrat Deddy Mizwar. Tak tanggung-tanggung, Partai Gelora menargetkan untuk bisa maju ke Pilkada 2020 mendatang.

Baca Juga  Kisah Ibu Nur, Penjual Kue Cucur yang Mengantarkan Bahlil Lahadalia Menjadi Menteri

Namun, jalan bagi partai ini untuk bisa mengikuti Pilkada 2020 bukanlah hal yang mudah. Pasalnya, saat ini proses pendaftaran calon kepala daerah dari independen bahkan sudah dimulai.

Menurut peneliti dan pengamat politik Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Arya Fernandes, salah satu hal yang paling mungkin dilakukan partai Gelora untuk bisa ikut di Pilkada 2020 adalah dengan mengendorse calon di luar partai. Tak hanya itu, Partai Gelora juga harus punya logistik dan dukungan tokoh yang cukup untuk bisa bertahan di Pilkada 2020.