Aktivis IPMAD Menilai Pembuatan Jurnal BUMdes Geti Baru Keliru

oleh -128 views
Link Banner

Porostimur.com | Labuha: Ikatan Pelajar Mahasiswa Darussalam (IPMAD) Desa Geti Baru, Kecamatan Bacan Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan menilai pembuatan Jurnal BUMDes Desa Geti Baru tidak sesuia realita.

Pasalnya dalam jurnal Abdurahman Sosoda yang berjudul Anilisis Pengelolaan BUMDes Desa Geti tertulis Pendapatan BUMdes sebesar Rp12.000.000/bulan dan rata-ratanya Rp144.000.000/tahun dengan sumber data yang didapatkan dari kepala desa

Data ini lantas dipertanyakan Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Darussalam (IPMAD), Ilham Azis.

Menurutnya, pendapatan Rp 144.000.000 per-tahunnya di kali masa jabatan kepala desa yang sudah kurang lebih tiga tahun berarti totalnya adalah Rp 432.000.000. Tidak seperti nominal hasil penelitain Abdurahman Sosoda

Link Banner

“Total anggaran yang dimuat dalam jurnal Abdurahman itu keliru jadi pertayaannya uang sebesar itu dikemanakan, ” tanya Ilham

“Menurut pengamatan Saya khususnya Desa Geti kepala desa menjabat sudah kurang lebih tiga tahun ini belum ada pembagunan yang dianggarankan melalui BUMDes sedikitpun, atau mengelurkan anggaran dari BUMDes untuk melakukan pemberdayaan masyarakat. Namun yang ada hanya diperuntukkan kepentingan kelompok, “beber Ilham Aziz kepada porostimur.com, Kamis (2/7/2020)

Baca Juga  Peduli Warga Halbar Dalam Covid-19, DPD NasDem Bagi Masker dan Hand Sanitizer

Ilham juga menilai bahwa pemdes telah mencederai Permandesa PDTT No.4 tahun 2015 Pasal 8 tentang BUMDes.

Terkait dengan BUMDes di Desa Geti Baru bahwa, berdasarkan jurnal penelitian yang dilakukan oleh Aburahman Sosoda, Ilham mengatakan tentunya tidak ada transparansi kepada masyarakat, bahkan hasil dari BumDes pun tidak tahu dikemanakan.

Pengurus BUMDes itupun tidak dibentuk, sehingga perlu ditinjau kembali hasil penelitian dengan metode yang di pakai, karena semua itu tidak berdasarkan fakta lapangan.

“Laporan pertanggung jawaban pengelolaan BUMDes pun hannya sebatas laporan di Kepala Desa Hi Arfa Sosoda, tidak sampai ke BPD, ” tuturnya

Lanjut dia, dalam tubuh BUMDes Desa Geti Baru sampai saat ini tidak ada pengurus tetap yang bertugas menjalankan operasional BUMDes, akan tetapi kepala desa dan anak-anakya yang mengurus BUMDes tersebut, sehingga masyarakat Desa Geti Baru mengatakan yang dikelola bukan BUMDes tetapi kios Hj. Arfa Sosoda.

Baca Juga  Laznas LMI Bagikan Daging Kurban ke Pengungsi Rohingya

Senada dengan Ilham, Suryadi mahasiswa UMMU Ternate asal Geti Baru membeberkan bahwa dalam operasional bumdes seharunya memiliki struktrur organisasi yang mempuni agar dapat mencapai cita-cita yang diiginkan secara bersama.

“Sturuktur yang saya maksudkan disini berupa Badan pengawas (BPD), komisaris (Kepala Desa), Drektur, Skeretaris, Bendahara dan unit usaha, “cetus Suryadi

“Namun sampai saat ini menurut hemat saya dalam pengelolaan Bumdes Desa Geti Baru Kecamatan Bacan Barat Utara Kabupaten Halmahera Selatan tidak sesuai dengan apa yang saya sampaikan sebelumnya. Disamping itu, saya menilai jurnal yang di tulis oleh Aburahman Sosoda selaku anak kepala desa dan menempuh perguruan tinggi di Universitas Muhammadiyah Kota Ternate (UMMU) ini dianggap tidak transparan dan terkesan memihak pada ayahnya, selaku kepala desa. Padahal tampa dia sadari jurnal itu akan dibaca oleh semua orang yang menggunakan media sosial, ” tuturnya

Baca Juga  Kapolda Maluku Hadiri Vicon Bersama Menko PMK, Menkes dan Kepala BNPB

“Maka dari itu demi sejahteranya masyarakat kami menghimbau Kepada DPR Dapil Bacan Barat utara sebagai Fungsi anggaran untuk memanggil seluruh perangkat Desa. Dan berharap pihak UMMU ternate meninjau kembali penelitaian yang di lakukan oleh Aburahman Sosoda, ” pinta Suryadi. (adhy)