Amankan Pesparani, Polda Maluku koordinir 1312 personil

@Porostimur.com | Ambon : Dalam rangka pengamanan pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani), Kepolisian Daerah (Polda) Maluku menggelar apel gelar pasukan operasi kepolisian kewilayahan ”Lonceng Siwalima” 2018, di Lapangan Upacara Tantui-Ambon, Rabu (24/10).

Apel ini dipimpin langsung Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku, Irjen Pol Drs. Royke Lumowa,MM.

Apel ini turut dihadiri Gubernur Maluku, Walikota Ambon beserta  jajaran Forkopimda tingkat Provinsi Maluku dan Kota Ambon, Pangdam XVI/Pattimura, Danlantamal IX, Danlanud Pattimura, para Pejabat Utama (PJU) Polda Maluku, Kepala Pemadam Kebakaran ((Damkar) Kota Ambon, Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Maluku, para tokoh agama dan tokoh pemuda Provinsi Maluku.

Dalam amanatnya, Lumowa menegaskan bahwa Pesparani merupakan suatu aktivitas seni budaya dan kegiatan kerohanian umat Katolik dalam bentuk pagelaran, lomba musik, dan nyanyian liturgi, dengan tujuan mengembangkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan terhadap ibadah dan liturgi gerejani, serta mendorong pengembangan seni budaya bernafaskan iman Katolik sebagai  salah satu wujud kekayaan multikulturalisme Bangsa Indonesia.

Polda selaku pihak yang dipercayakan untuk mengurusi keamanan, akunya, akan mengkoordinir ribuan personil guna mengamankan jalannya even yang baru pertama kali diselenggarakan se-Indonesia ini.

”Untuk itu Polda  Maluku bersama seluruh perkuatannya akan menyelenggarakan operasi kepolisian kewilayahan mandiri dengan sandi operasi Lonceng Siwalima 2018 yang dilaksanakan selama 11 hari, terhitung mulai tanggal 24 Oktober 2018 hingga 3 November 2018 dengan melibatkan 1312 personel, yang terdiri dari personel Polri yang didukung oleh personel TNI, instansi terkait, mitra kamtibmas serta potensi masyarakat lainnya,” ujarnya.

Sebagai bagian tidak terpisahkan dari ibadah gerejani umat Katolik, jelasnya, Pesparani juga merupakan ungkapan syukur dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Dimana, Pesparani juga sebagai sarana peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang seni budaya yang bernafaskan keKristenan dan sekaligus sumber motivasi dan inspirasi untuk mempererat tali persaudaraan dan rasa kebersamaan di tengah-tengah keBhinekaan dalam rangka meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa.

”Penyelenggaraan Pesparani tingkat Nasional I tahun 2018 di Maluku akan menjadi keramaian umum bernuansa agama di wilayah Ambon. Di tempat-tempat yang menjadi pelaksanaan kegiatan seperti lomba paduan suara, seminar, munas dan pameran ini, tentunya akan menjadi perhatian masyarakat. Guna mengantisipasi dan meminimalisir kemungkinan timbulnya potensi gangguan kamtibmas/instabilitas kamtibmas di Ambon menjelang pelaksanaan kegiatan pesparani nasional pertama tahun 2018. Operasi ini bersifat terbuka dalam bentuk operasi harkamtibmas dengan tujuan memberikan perlindungan, pengayoman dan  pelayanan kepada masyarakat sehingga pelaksanaan kegiatan Pesparani di Kota Ambon dapat berlangsung dengan aman, kondusif dan terkendali sebelum, pada saat dan pasca Pesparani di Kota Ambon,” jelasnya.

Menurutnya, berbagai potensi kerawanan telah dipetakan untuk dilakukan upaya  penanganannya.

Di antaranya, akunya, yakni titik rawan kemacetan dan kecelakaan, gangguan kamtibmas seperti perselisihan antar warga, bentrok antar peserta saat pengumuman pemenang, terjadinya unjuk rasa saat kunjungan Presiden dan ancaman tindak pidana terorisme.

Tak lupa, tambahnya, pihaknya pun mengapresiasi keterlibatan seluruh pihak dalam apel bersama maupun dalam upaya menyukseskan dan menjamin keamanan penyelenggaraan Pesparani Nasional I di Kota Ambon nanti.

”Untuk itu, selaku Kepala Kepolisian Daerah Maluku, saya tekankan agar kedepankan langkah proaktif dengan mengoptimalkan deteksi dini, guna mengetahui dinamika yang berkembang untuk selanjutnya dilaksanakan upaya pencegahan dan penanganan secara dini. Dan bila harus melakukan penegakan hukum, lakukan secara profesional dan proposional. Untuk itu, baik personel Polri, TNI, instansi terkait dan serta tokoh masyarakat lainnya, agar bersama-sama berkomitmen untuk bekerja keras guna menjamin pelaksanaan kegiatan Pesparani dapat berjalan aman, lancar dan damai,” pungkasnya. (keket)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: