Ambon, De Oranje, dan Ingatan yang Tak Pernah Selesai

oleh -29 views

Dan sepak bola, seperti biasa, menjadi ruang paling jujur untuk mengekspresikan itu semua.

Ketika masyarakat Ambon mendukung De Oranje, mereka tidak sedang berkhianat pada identitas nasionalnya. Mereka sedang merawat satu bagian dari dirinya yang lahir dari sejarah panjang—sejarah yang tidak hitam-putih.

Kehadiran seorang duta besar Belanda di tengah kerumunan itu, menyaksikan langsung bagaimana orang Ambon bersorak untuk tim negaranya, menjadi simbol yang menarik. Seolah-olah ada dialog sunyi yang sedang berlangsung—tanpa pidato, tanpa protokol diplomatik yang kaku.

Sebuah pengakuan bahwa hubungan ini nyata. Bahwa ia hidup, tumbuh, dan terus menemukan bentuknya di ruang-ruang yang tak terduga, seperti nobar sepak bola di dini hari.

Pemerintah Kota Ambon boleh saja melihat ini sebagai agenda seremonial—rapat, persiapan teknis, penyebaran flyer, dan seterusnya. Tetapi di tingkat masyarakat, ini jauh lebih dari itu.

Baca Juga  GPM Demo KPK dan Kejagung, Desak Usut Dugaan Konspirasi Tambang Ilegal di Haltim

Ini adalah tentang kebanggaan.

Tentang bagaimana seorang warga bisa berkata dengan sederhana: “Beta bangga.” Bukan karena siapa yang datang, tetapi karena merasa dilihat. Merasa bahwa apa yang selama ini hidup di Ambon—dukungan yang sering dianggap unik, bahkan aneh oleh sebagian orang—akhirnya mendapat tempat di panggung yang lebih besar.

No More Posts Available.

No more pages to load.