AMGPM Turun ke Jalan, Serukan Damai dan Penegakan Hukum di Tengah Konflik Maluku

oleh -7 Dilihat
Ratusan kader Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) turun ke jalan secara serentak pada 25 September 2026. Aksi yang berlangsung di Kota Ambon dan 11 kabupaten/kota di Maluku itu membawa pesan tentang kemanusiaan, perdamaian, keadilan dan penegakan hukum.

Rudy juga mengapresiasi Pengurus Besar AMGPM dan seluruh kader karena aksi dapat berlangsung secara damai.

“Titah AMGPM” Soroti Penegakan Hukum

Salah satu bagian yang mendapat perhatian Rudy adalah “Titah AMGPM”, yang menurutnya merupakan seruan moral dan profetik dengan penekanan pada pentingnya penegakan hukum demi keadilan.

Menurut Rudy, berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat membutuhkan respons cepat dan tuntas dari aparat penegak hukum, mulai dari kepolisian, kejaksaan hingga lembaga peradilan.

Ia mengingatkan bahwa ketika penegakan hukum tidak mampu menghadirkan kepastian dan rasa keadilan, kerentanan sosial dapat meningkat dan berpotensi berkembang menjadi benturan maupun konflik di tengah masyarakat.

Karena itu, aspirasi yang disampaikan dalam aksi AMGPM dinilai perlu ditindaklanjuti secara konkret oleh pihak-pihak terkait.

Baca Juga  26 Tim Bertanding, Pemuda Kukupang Cup I 2026 Resmi Ditutup Bupati Halsel

Rudy juga mengapresiasi aparat kepolisian yang mengawal aksi serta sikap Ketua DPRD Maluku dan Wali Kota Ambon yang menerima para kader AMGPM dan menyatakan akan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan.

Bagi Rudy, pesan damai tidak berhenti pada ruang jalanan. Di era digital, ruang media sosial juga menjadi bagian penting dalam membentuk persepsi publik.

Konten yang diproduksi selama maupun setelah aksi, menurut dia, memiliki pengaruh terhadap cara masyarakat memahami pesan yang dibawa gerakan tersebut.

No More Posts Available.

No more pages to load.