Sementara peraih fisik terbaik atau predikat trenggias, diraih Landa Farigia yang berasal dari SMA Negeri 11 Ambon. Orang tuanya bekerja sebagai seorang wiraswasta.
Kapolda Maluku memberikan apresiasi kepada tiga peserta terbaik tersebut. Ia berharap ke depan ketiga Bintara Polri remaja ini bisa terus berprestasi, khususnya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Setelah dilantik sebagai anggota Polri, para Bintara muda diharapkan tidak cepat berpuas diri. Teruslah menggantungkan cita-cita sampai kelak dapat menjadi perwira Polri. Bahkan bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.
“Tidak semua orang bisa diberi kesempatan menjadi anggota Polri, maka kalian harus terus bersyukur, bersyukur, dan bersyukurlah. Karena dengan bersyukur (kepada Tuhan Yang Maha Kuasa) itu akan menghindarkan kalian dari pelanggaran-pelanggaran baik itu kode etik, disiplin, maupun pidana,” ingatnya.
Kapolda pada kesempatan itu juga menyampaikan selamat bergabung di Polda Maluku. Syukuri apa yang telah didapatkan, jalankan tugas dengan penuh keikhlasan, rasa tanggung jawab, dan tidak mengeluh.
“Jangan setelah dilantik menjadi anggota Polri baru mengeluh, sebelumnya kalian bercucuran air mata, keringat, darah saat latihan. Pelantikan dilakukan di sini supaya kalian punya rasa bangga, rasa bersyukur, dan yang paling penting itu nanti meningkatkan etos kerja kalian, motivasi kalian dalam memberikan pengabdian yang terbaik pada bangsa dan negara,” tutupnya. (Keket)









