Porostimur.com, Ambon — Tidak semua cita-cita tumbuh dari rumah yang serba berkecukupan. Ada mimpi yang lahir dari kesederhanaan, dirawat melalui doa orang tua, ditempa oleh keterbatasan, lalu diperjuangkan dengan kerja keras hingga akhirnya menemukan jalannya.
Kisah itu datang dari Siwang, Kota Ambon, melalui sosok Adrian Marco Wattimena, pemuda kelahiran 29 Desember 2007 yang berhasil mewujudkan impiannya menjadi prajurit TNI Angkatan Darat.
Di balik pencapaian tersebut, ada perjuangan keluarga yang tidak sederhana. Adrian merupakan anak dari seorang tukang ojek. Sang ayah menjalani pekerjaan itu demi memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus memastikan anak-anaknya tetap memiliki kesempatan untuk menatap masa depan.
Bagi sebagian orang, menjadi tukang ojek mungkin terlihat sebagai pekerjaan sederhana. Namun, dari pekerjaan itulah kebutuhan keluarga dipenuhi dan harapan seorang anak terus dijaga.
Adrian tumbuh dalam suasana kehidupan yang sederhana. Kondisi tersebut tidak membuatnya berkecil hati. Sebaliknya, keterbatasan justru menjadi bagian dari perjalanan yang membentuk tekadnya untuk terus berusaha.
Untuk mengejar cita-cita menjadi prajurit, Adrian harus melewati proses yang panjang. Kedisiplinan, ketekunan, kesiapan fisik dan mental, serta dukungan keluarga menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut.











