Analisis Media Digital: Polisi Bunuh Polisi Pola Intelijen Mafioso Sampai Kontra Intelijen.

oleh -577 views

Oleh: Z.Christ.Sahetapy, Pengamat Komunikasi Media

TULISAN ini merupakan lanjutan dari tulisan yang berjudul : Diduga Ada Drama Baru Dalam Kasus Polisi Bunuh Polisi. Sambungannya karena otak Amigdala dan otak corteks pada behavior komunikasi punya hubungannya dengan high contxt dan low context, pekerjaan Intelijen dan Reserse .

Mendalami dan menelusuri secara dalam harus ditunjang dengan berbagai data lapangan penyidik , dan dengan penelitian sistem pola komunikasi digital dari sebuah peristiwa yang dipertontonkan melalui skenario tertentu. Kasus pembunuhan Barada J, 8 juli 2022 sampai penulisan ini 17 Agustus 2022 memasuki 1 bulan 9 hari.

Analisis ini didasarkan pada teori ilmu komunikasi yang diuji pada berita- berita media digital. Kasus Brigadir J seharusnya sudah terbongkar karena teknologi komunikasi digital sudah mencapai memasuki revolusi Industri yang tahapan O.5 atau lebih.

Semua polisi yang terlatih sebagai Reserse dan Intelijen sepertinya dibuat mengalami kesulitan menemukan motiv penembakan. Hal ini akibat dari polisi tembak polisi yang terus praktekan ilmu Intelijen dan Reserse.
Sisi lain polisi memegang Role sebagai penegak hukum yang destinasinya menjatuhkan hukuman kepada pribadi polisi, dan Hakim menjatuhkan hukuman nanti dipengadilan. diduga tarik ulur.

No More Posts Available.

No more pages to load.