Oleh: Smith Alhadar, Penasihat Institute for Democracy Education (IDe)
Kekhawatiran Para Jenderal
Baru-baru ini para pensiunan jenderal menyurati Presiden PS, meminta beliau mencopot Wapres Fufufafa. Sebagai tanggapan, Penasihat Khusus Presiden bidang Politik dan Keamanan Jenderal (Purn) Wurianto, membuat konferensi pers.
Wurianto: “Kendati menghargai, Presiden tidak dalam posisi untuk menjawab surat itu. Ini negara demokrasi. Mencopot Wapres bukan wewenang presiden. Lagi pula tak ada alasan untuk itu.”
Jurnalis: “Para jenderal khawatir kalau-kalau presiden uzur, lalu wapres yang linglung menavigasi bangsa yang kompleks ini.”
Wurianto: “Khawatir bukan norma konstitusi untuk melengserkan pejabat yang dipilih rakyat. Terlebih, ini akan mengganggu kehormatan kita sebagai bangsa.”
Jurnalis: “Memajang anak ingusan di Istana melalui manipulasi konstitusi tak mengganggu kehormatan kita sebagai bangsa?”
Wurianto: “Maaf, saya harus pergi. Ada pekerjaan lain yang lebih penting.”
***
Ambyarnya Ketum Parpol
Pada suatu malam yang dingin, seorang perempuan tua pemimpin parpol besar duduk sendirian di halaman rumahnya dengan tatapan kosong. Beliau sedang meresapi perasaan sakit ayahnya yang dijatuhkan para jenderal. Tiba-tiba seseorang menghampirinya.









