“Jika mau mengkritisi anggaran konsumsi Sekretariat DPRD, berlakulah bijaksana. Jangan menganggap remeh pangan lokal kita. Ketahanan pangan termasuk ketahanan pangan lokal, adalah cara kita mensejahterakan rakyat, termasuk rakyat di Maluku dan Khususnya SBB. Apakah ada upaya dari DPRD setempat untuk memperkuat ketahanan pangan dengan pangan lokal? Jika kita ke SBB, malah pangan lokal yang dicari, karena sehat dan terjangkau. Salam hormat untuk seluruh masyarakat dan Pemerintah Kab SBB,” imbuhnya.
Kelakuan anggota dewan yang tak mampu menahan emosi atas sesuatu yang bisa diselesaikan dengan bijak, juga menjadi sorotan warga.
Seperti yang disampaikan oleh J.M.Tamaela sebagai berikut. “Mungkin karena status dan jabatan sbg anggota DPRD jadi bung Masihu anggap Kasbi goreng & Maladi goreng Zeng pantas jadi sarapan for dong (angg. DPRD yang terhormat). Sioo, lalu bung Masihu pung sikap tu pantas deng cara buang makanan ke lantai?? Jang kacang lupa kulit bung. Yang paling etis tu, bung bicara akang Deng sekretariat bae2, robah bung pung kalakuang, kalau mau disebut “yang terhormat”,” tulisnya. (red/rtm/jnc)




