Anggota DPRD Seram Bagian Barat yang Lempar “Kasbi Goreng” Tuai Kecaman Masyarakat

Porostimur.com | Piru: Kelakuan anggota DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dari Fraksi Gerindra yang satu ini tak patut dicontoh.

Anggota DPRD Kabupaten SBB bernama Ode Masihu yang melempar kasbi (ubi) goreng, keladi dan agar-agar untuk sarapan pagi yang disiapkan kesekretariatan DPRD Kabupaten SBB itu pun menuai badai kekecewaan dan rasa marah masyarakatnya.

Sikap Masihu yang melempar piring berisi kudapan hingga pecah berserakan di lantai karena merasa terhina disuguhi Kasbi goreng tersebut pun sangat disesalkan banyak pihak.

Warga menilai sebagai wakil rakyat, Masihu telah menunjukkan kelakuan buruk dalam melampiaskan kemarahan.

Tindakan itu dinilai tak patut dilakukan oleh seorang dewan. Ode pun semakin menuai kecaman saat dirinya memberikan pernyataan kepada media, seperti dilansir Siwalima.

Menurutnya, sarapan yang disajikan itu (ubi goreng, keladi dan agar-agar) sangat tidak layak dan tidak etis untuk sarapan pagi anggota DPRD.

“Padahal anggaran uang makan minum sangat jelas yang sudah dianggarkan. Tapi, dalam penyajian tidak sesuai dengan anggaran yang ada. Saya harus menyampaikan hal ini dalam rapat nanti sehingga tidak terjadi kesalahan lagi, karena apa yang sering kali disajikan kue-kue untuk sarapan pagi sangat memalukan dan tidak etis,” ujar Masihu.

Dia menyebut, makan dan minum yang disediakan tidak sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan. Hal inilah yang membuat masyarakat pun bereaksi keras atas kelakuan Masihu.

Akun Bernard menuliskan kekecewaan dan kegeramannya atas kelakuan itu. Dirinya menyampaikan, pernyataan Masihu yang sebut tidak etis sarapan untuk anggota dewan hanya ubi goreng, lebih tak etis lagi bila makanan itu malah dibuangnya.

“Lebih tidak etis lagi klo makanan itu dibuang bgt sperti sampah..wakil rakyat tpi sdkitpun tdk mewakili rakyat, padahal diluar sna bnyak rakyat yg kelaparan tpi ini sok2an minta dilayani spti raja lagi..bkin kecewa untuk memilih wakil lagi nnt di pemilu2 yg akan datang, Sungguh Kecewa….,” tulisnya.

Warga lain dengan akun Viankenwin juga menyampaikan ketaksukaan dan rasa herannya, bahwa Masihu bisa menjadi wakil rakyat dengan kelakuannya seperti itu.

“SKP sngt TDK terpuji sombong mmgx anggota dewan tu BKN manusia yg Zn bs mkn Kasbi dn keladi dn apakah sblm jd anggota dewan anda TDK prnh mkn makanan tersebut miris dan sungguh memalukan anda BKN contoh yg baik..kloo mau protes yg benar donk sprti org primitif sj..rakyat buta memilih anda jdi wakil mereka…” ujarnya.

Terkait permintaan makanan kue-kue, bukan ubi goreng, keladi dan agar-agar sebagai sarapan pagi anggota dewan, Feberien Maail menyampaikan kesedihannya. “Sedih sekali melihat tingkah oknum ini..Makanan yang dibuang adalah pangan lokal yang baik dan sehat,” ucapnya. 

“Jika mau mengkritisi anggaran konsumsi Sekretariat DPRD, berlakulah bijaksana. Jangan menganggap remeh pangan lokal kita. Ketahanan pangan termasuk ketahanan pangan lokal, adalah cara kita mensejahterakan rakyat, termasuk rakyat di Maluku dan Khususnya SBB. Apakah ada upaya dari DPRD setempat untuk memperkuat ketahanan pangan dengan pangan lokal? Jika kita ke SBB, malah pangan lokal yang dicari, karena sehat dan terjangkau. Salam hormat untuk seluruh masyarakat dan Pemerintah Kab SBB,” imbuhnya.

Kelakuan anggota dewan yang tak mampu menahan emosi atas sesuatu yang bisa diselesaikan dengan bijak, juga menjadi sorotan warga. 

Seperti yang disampaikan oleh J.M.Tamaela sebagai berikut. “Mungkin karena status dan jabatan sbg anggota DPRD jadi bung Masihu anggap Kasbi goreng & Maladi goreng Zeng pantas jadi sarapan for dong (angg. DPRD yang terhormat). Sioo, lalu bung Masihu pung sikap tu pantas deng cara buang makanan ke lantai?? Jang kacang lupa kulit bung. Yang paling etis tu, bung bicara akang Deng sekretariat bae2, robah bung pung kalakuang, kalau mau disebut “yang terhormat”,” tulisnya. (red/rtm/jnc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: