Porostimur.com | Sanana: Badan Pusat Statistik (BPS), belum lama ini merilis angka kemiskinan di Kabupaten Kepulauan Sula mengalami peningkatan sejak tahun 2017 sampai 2018 dari 8.791 ribu jiwa menjadi 9.192 atau 9,10 persen dengan presentasi pendapatan per kapita sebesar Rp 337.543 perbulan,
Atas dasar itu, Akademisi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Babuslam Sula, Sahrul Takim menilai Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula dibawah kepemimpinan Hendrata Thes, gagal dalam menekan angka kemiskinan di Kepulauan Sula.
“Angka kemiskinan yang merangkak naik dari tahun ke tahun itu menunjukan kegagalan pemerintah dalam mendesain dan menjalankan program pembangunan,” ungkap Sahrul.
Menurut Mantan Ketua HMI Cabang Sanana ini, besaranya jumlah penduduk miskin yang terdapat di Kepulauan Sula saat ini menunjukan ketidakmampuan pemerintah dalam merancang dan mengimlementasikan program ekonomi yang berkualitas.
“Angka kemiskinan yang dipresentasikan oleh BPS itu menunjukan kalau pemda tidak efektif dalam implementasi program pemberdayaan dan hanya mengandalkan program fisik yang menghabiskan anggaran,” ujarnya.
Jika persoalan kemiskinan disebabkan karena pendapatan sehari-sehari masyarakat, hal itu karena program pemerintah masih belum menyentuh pada program pemberdayaan.




