“Makassar kali ini kita salip. Dalam arti, Makassar berada di lima besar, sementara Ambon menempati posisi keempat nasional dalam penggunaan jasa layanan pelabuhan laut,” kata Zahlan.
Sebagai perbandingan, pada periode Nataru 2024/2025 lalu, total penumpang yang dilayani Pelabuhan Ambon tercatat sebanyak 72.427 orang.
Keterbatasan Fasilitas, Lonjakan Tetap Terkelola
Zahlan mengakui, kenaikan jumlah penumpang tahun ini tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor, meski dihadapkan pada sejumlah keterbatasan.
Selama arus mudik dan balik Nataru, Pelabuhan Ambon sempat menghadapi beberapa kendala, mulai dari kepadatan penumpang hingga keterbatasan fasilitas akibat proses revitalisasi terminal.
Namun, berbagai langkah cepat dilakukan untuk merespons situasi tersebut, mulai dari penambahan armada kapal, penyediaan toilet portable, hingga pengalihan penumpang ke kapal alternatif bagi mereka yang belum terangkut.
Kolaborasi Jadi Kunci
Menurut Zahlan, keberhasilan pengelolaan arus Nataru tahun ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan.
“Ini adalah capaian bersama. Kerja sama antara para stakeholder di pelabuhan, Pemerintah Provinsi Maluku, hingga Pemerintah Kota Ambon, menjadi kunci sehingga seluruh rangkaian Nataru dapat dilalui dengan baik,” tutupnya. (Keket)









