Ryan Berg, direktur Program Amerika dan Pusat Studi Strategis dan Internasional, mengatakan kedatangan kelompok tempur kapal induk USS Gerald R Ford menunjukkan rencana Washington dapat melampaui operasi antinarkotika.
Dia menambahkan bahwa Presiden AS Donald Trump memiliki waktu sekitar satu bulan untuk membuat “keputusan besar” sebelum kelompok tersebut perlu dikerahkan kembali.
Beberapa media Amerika baru-baru ini melaporkan bahwa Gedung Putih sedang mempertimbangkan potensi aksi militer di Venezuela. Senator Rick Scott mengatakan kepada CBSpada Minggu lalu: “Nasib Maduro tinggal menghitung hari.”
Laporan The Washington Post mengeklaim bahwa Washington telah mengidentifikasi beberapa target, termasuk fasilitas militer yang diduga digunakan untuk penyelundupan narkoba.
Ketika ditanya tentang laporan tersebut, Trump berkata: “Tidak. Itu tidak benar.” Jawaban Trump itu menegaskan bahwa AS tidak berencana untuk menginvasi Venezuela untuk menggulingkan rezim Maduro.
Namun, bulan lalu, Trump mengonfirmasi pemberian wewenang kepada CIA untuk melakukan operasi rahasia yang mematikan di Venzuela.
Sumber: sindonews









