Koordinator Lokal di Banda, Ceisar Riupassa, mengungkapkan bahwa pihaknya juga telah menggelar rapat bersama unsur Muspika Kecamatan Banda, mulai dari camat, kepolisian, TNI, syahbandar hingga instansi terkait lainnya.
“Semua pihak di Banda telah menyatakan kesiapan untuk menyukseskan event ini,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari komunitas dan pegiat budaya, baik dari Kepulauan Aru maupun Masohi, yang akan ikut meramaikan kegiatan tersebut.
Jadwal Race dan Rangkaian Kegiatan
Nico Tulalessy menjelaskan, kapal-kapal peserta akan mulai berlayar dari Kota Darwin pada 1 Agustus 2026 menuju Banda Neira.
“Direncanakan kapal pertama tiba pada 4 Agustus dini hari, namun bisa lebih cepat tergantung kondisi angin,” katanya.
Rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan welcome ceremony pada 6 Agustus, serta penyerahan trofi pada 8 Agustus yang dijadwalkan dihadiri perwakilan Kedutaan Australia.
Di luar agenda utama tersebut, para peserta akan diberi kesempatan berinteraksi dengan masyarakat lokal serta menikmati berbagai aktivitas pariwisata di Banda Neira.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 16 kapal layar telah mendaftar, terdiri dari dua kapal kategori IRC Racing, lima kapal tipe PHS Multihull, dan sembilan kapal tipe PHS Monohull.
Bupati Dukung Penuh Promosi Pariwisata Banda
Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, menyambut baik pelaksanaan event internasional tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mendorong promosi pariwisata, khususnya di Kepulauan Banda yang merupakan salah satu destinasi prioritas.










