Porostimur.com, Tiakur – Operasi pencarian delapan korban hilang akibat tenggelamnya speedboat di perairan sekitar Pulau Dai, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Maluku, masih terus berlangsung hingga hari kelima, Selasa (16/6/2026). Tim SAR Gabungan memperluas area pencarian, namun hingga sore hari, belum ada tanda-tanda keberadaan para korban.
Upaya pencarian dilakukan secara intensif oleh tim gabungan yang terdiri dari Pos SAR Saumlaki, Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Dit Polairud) Polda Maluku, serta sejumlah unsur terkait lainnya. Area penyisiran kini menjangkau perairan sekitar Pulau Babar hingga Pulau Tepa, yang diperkirakan menjadi lintasan hanyut para korban.
Pencarian Diperluas, Kendala Cuaca dan Komunikasi
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ambon, Muhammad Arafah, mengatakan bahwa seluruh unsur SAR terus mengoptimalkan pencarian meski menghadapi berbagai kendala di lapangan.
“Memasuki hari kelima operasi SAR, seluruh unsur gabungan masih terus berupaya melakukan pencarian terhadap delapan korban yang belum ditemukan. Area pencarian telah diperluas dengan menyisir sejumlah titik yang diperkirakan menjadi jalur hanyut korban,” ujar Arafah.
Ia mengakui, kondisi cuaca dan keterbatasan akses komunikasi menjadi tantangan tersendiri selama operasi berlangsung.









