Bahlil Disebut Masuk Daftar Target Penyadapan, Golkar Minta Motif Politik Diungkap

oleh -222 Dilihat
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia meminta kepolisian mengungkap secara terang tujuan dan motif di balik dugaan penyadapan tersebut. Ia menilai, kemungkinan adanya kepentingan politik perlu didalami, terlebih jika sasaran penyadapan mencakup sejumlah pimpinan partai politik.

Yusril Sebut Ada Indikasi Makar, Ancaman Hukuman Berat

Perkembangan perkara ini semakin menjadi perhatian setelah Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menyampaikan adanya indikasi yang mengarah pada dugaan tindak pidana makar.

Dalam konferensi pers di Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh, Rabu (4/11/2026), Yusril mengatakan penyidik mulai mendalami kemungkinan adanya tujuan untuk melumpuhkan Presiden Prabowo agar tidak mampu menjalankan kekuasaan pemerintahan.

“Unsur-unsurnya itu memang mulai mengarah ke sana, walaupun tentu ini masih dalam proses pendalaman, tapi setidaknya publik dapat mengetahui bahwa ada indikasi mengarah makar,” kata Yusril.

Ia menjelaskan, dugaan tersebut bukan mengarah pada rencana pembunuhan Presiden, melainkan kemungkinan adanya upaya membuat kepala negara tidak mampu menjalankan tugas pemerintahan.

“Kalau dikatakan membunuh rasanya tidak ya, tapi mengarah kepada suatu keinginan untuk melumpuhkan. Karena jika Presiden tidak dapat menjalankan kekuasaan pemerintahan, itu yang sedang didalami oleh para penyidik sekarang ini,” ujarnya.

Baca Juga  Pengurus Pusat JMSI Kecam Dugaan Intimidasi Wartawan TV One di Polres Aru

Yusril menyebut perkembangan penyidikan mulai mengungkap kemungkinan motif dan tujuan penyadapan. Indikasi tersebut, menurut dia, berkaitan dengan ketentuan Pasal 191 dan Pasal 193 KUHP Nasional.

No More Posts Available.

No more pages to load.