Tak berhenti di situ, Sambo juga mengarahkan tembakan ke tembok tangga dan lemari untuk mengelabuhi kejadian agar terlihat seperti adegan saling tembak.
Setelah itu, Sambo mendatangi dan menjemput Putri Candrawathi yang berada di kamar. Mereka keluar rumah, kemudian PC diantar pulang ke rumah pribadi oleh Bripka Ricky Rizal yang sudah berada di dalam mobil.
Adegan ini diketahui berbeda dengan pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR beberapa hari lalu.
Dalam rapat tersebut, Listyo menyebut Bharada E mengaku melihat Brigadir J sudah terkapar bersimbah darah di depan Sambo.
Listyo mengatakan dalam keterangan terbarunya Bharada E mengaku tidak terlibat sejak awal dalam insiden maut itu.
Bharada E, kata Listyo, juga melihat ada Sambo yang sedang memegang pistol di depan sosok Brigadir J yang sudah terkapar di lantai.
“Saudara Richard menyampaikan bahwa melihat almarhum Yosua terkapar bersimbah darah. Saudara FS berdiri di depan dan memegang senjata lalu diserahkan kepada saudara Richard,” katanya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Agus Andrianto mengatakan kronologi terbaru terkait penembakan Brigadir J merupakan yang dimuat dalam video animasi tersebut.




