Leiwakabessy juga mengatakan, masyarakat tetap mendukung kebijakan pemerintah pusat sampai ke tingkat daerah, namun kesulitan ekonomi juga dirasakan oleh masyarakat apalagi dengan situasi pandemi seperti ini. Sehingga menurutnya, aksi demo mahasiswa tersebut juga mewakili jeritan hati rakyat dengan kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi.
“Oleh karena itu, dilihat dari semua aspek baik pemerintah dan masyarakat, kalau memang pemerintah mau aman, harus bekerja sama dengan masyarakat, dalam memberikan sosialisasi, pendampingan buat masyarakat, dalam kondisi sulit ini, bukannya ngomong ngga pantas seperti ini”, ketusnya.
Dosen Unpatti jurusan sosiologi ini pun menambahkan, bahwa ucapannya bukanlah statmen provokasi, melainkan sedikit pencerahan baik dari bagian pemerintah maupun masyarakat. Menurutnya, dalam sistem demokrasi, bagian mobilisasi masa merupakan bagian dari kritikan sesuatu kebijakan dan ini bukan kejahatan yang harus dilakukan seperti itu.
“Pak Gubernur harus melindungi masyarakat Maluku. Melindungi bukan saja dengan berbagai kebijakan tetapi dengan memberikan statmen yang menyejukkan sehingga masyarakat dan pemerintah merasa nyaman”, tuturnya. (alena)




