“Kita berharap dengan pertumbuhan yang positif, maka di tahun 2045 kita bisa Top 5,” tutur Menteri AHY.
Menteri ATR/ Kepala BPN menyebut pemerintah tidak hanya berfokus terhadap PDB tetapi juga pendapatan perorangan di Indonesia. Demi tercapainya tujuan tersebut, Kementerian ATR/BPN melaksanakan program Reforma Agraria.
“Kita juga ingin menghadirkan _justice prosperity_. Yang paling mendasar untuk rakyat itu adalah punya aset tanah. Kalau kakek atau orangtuanya tidak punya tanah, dia juga tidak punya tanah. Redistribusi Tanah dalam kebijakan Reforma Agraria tujuannya untuk mengurangi secara signifikan kemiskinan struktural yang diturunkan waktu ke waktu, mudah-mudahan ini bisa kita harus lakukan,” jelas Menteri AHY.
Kepada para mahasiswa, Menteri ATR/Kepala BPN kemudian mengatakan bahwa kesempatan berkuliah di Amerika yang merupakan negara kuat di segala bidang adalah suatu kesempatan istimewa. Ia berharap, kesempatan tersebut dimanfaatkan para mahasiswa sebaik mungkin untuk memberi nilai tambah bagi diri sendiri maupun negara di kemudian hari.
“Apa pun profesinya nanti, Teman-teman punya kesempatan yang sangat baik. Tolong berikan kontribusinya untuk Indonesia. Walaupun nanti ada yang bekerja di luar, tapi hati dan pikirannya tetap harus berada di Indonesia,” tegas Menteri AHY.











