Menurut laporan BPBD struktur tanah yang labil juga memicu terjadinya longsoran. Sedangkan pantauan saat banjir terjadi, tinggi muka air berkisar 50 hingga 70 cm. Sebelum peristiwa ini terjadi, BPBD Kabupaten MBD telah meneruskan informasi peringatan dini cuaca kepada pihak desa maupun masyarakat. Hal tersebut membantu kesiapsiagaan masyarakat untuk menghindari dampak bencana yang terjadi.
“Banjir dan tanah longsor terjadi setelah hujan lebat mengguyur kawasan terdampak pada malam hari,” ucap Abdul.
Berdasarkan kajian inaRISK, Kecamatan Pulau Romang termasuk wilayah dengan potensi bahaya banjir dan tanah longsor pada kategori tinggi. Sedangkan wilayah Damer pada kategori bahaya banjir. Sementara itu, prakiraan cuaca pada hari ini, Ahad (3/7/2022) dua kecamatan terdampak berpeluang berawan hingga cerah berawan.
“BNPB tetap mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk tetap waspada dan siap siaga terhadap potensi bahaya hidrometeorologi basah, seperti banjir, tanah longsor maupun angin kencang,” tutur Abdul. (red)




