Porostimur.com, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan banjir dan tanah longsor di wilayah Maluku Barat Daya (MBD), Provinsi Maluku mengakibatkan ratusan orang mengungsi. Atas bencana itu, Bupati MBD mengeluarkan keputusan penetapan status tanggap darurat bencana banjir dan tanah Longsor terhitung sejak 30 Juni sampai 13 Juli 2022.
Insiden bencana hidrometeorologi basah ini terjadi pada Kamis malam (29/6/2022), pukul 20.36 WIT. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten MBD mencatat dua desa di dua kecamatan terdampak, yaitu Desa Jesuru di Kecamatan Pulau Romang dan Desa Wulur di Damer.
“Akibat peristiwa tersebut, sebanyak 88 KK atau 418 jiwa mengungsi. BPBD setempat tidak merinci warga mengungsi akibat banjir maupun longsor karena masih memutakhirkan data populasi terdampak,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan pers pada Minggu (3/7/2022).
Tak hanya dampak korban, BPBD setempat mengidentifikasi kerusakan ringan pada rumah sebanyak 64 unit dan jembatan empat unit. Penanganan darurat telah dilakukan oleh personel BPBD yang dibantu aparat desa setempat. Bantuan logistik pun didistribusikan kepada warga terdampak. “Tercatat sembako dikirimkan BPBD, antara lain beras, mie instan dan lauk pauk,” ujar Abdul.




