BPBD Maluku Gelar Konferensi Pers Terkait Informasi Dampak Gempa

oleh -60 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Pasca gempa bumi pada 26 September 2019 dengan kekuatan gempa 6.8 magnitudo yang terjadi beberapa waktu lalu, BPBD Provinsi Maluku, Pemerintah Provinsi Maluku dan Korem 151/Binaiya telah melakukan pendataan pada beberapa titik gempa yang terjadi di Pulau Ambon, Kairatu SBB, Saparua Maluku Tengah dan sekitarnya, di Aula Korem 151/Binaiya, Kamis (3/10/2019).

Humas Satgas Bencana Gempa Provinsi Maluku, Frona Koedobon, mengatakan sampai dengan jam 1 siang data di pusat data posko penanggulangan bencana yaitu jumlah korban bencana Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat adalah luka berat 75 orang, luka ringan 74 orang, pengungsi 95.256 orang, dan meninggal dunia 36 orang.

Baca Juga  76 Tahun Merdeka, Warga Sulabesi Barat Menderita, Gubernur Malut Dinilai Anak Tirikan Masyarakat Sula

Sesuai data yang telah di ambil dari lokasi gempa tercatat pengungsi di wilayah Kab.SBB mencapai 103.187 jiwa dari 25.202 KK, Wilayah Kab. Malteng mencapai 53.713 jiwa dari 12.610 KK yang terbagi di Kec.amahai (Gunung Kairatu 1: 299 orang, Gunung Kairatu 2: 275 orang, Gunung Aisooho Ruta: 71 orang, dan Kec. Salahutu, Kec.Leihitu dan Kec. Haruku: 108 orang) dan untuk data pengungsi di wilayah Kota Ambon mencapai 24.596 jiwa dari 3.404 KK.

Pantauan porostimur.com di Posko penanggulangan bencana alam milik Korem 151/Binaiya bukan hanya korban jiwa namun terdapat data tentang kerusakan pada sekolah, rumah ibadah, masjid, pasar, pertokoan dan rumah warga ada yang memiliki kerusakan mulai dari rusak ringan (RR), Rusak Sedang (RS) dan rusak berat (RB).

“Terdapat 46 Sekolah yang mengalami kerusakan, 2 Greja, 1 masjid, 9 gedung dan 1 Rumah sakit yang di nyanyikan rusak,” ungkapnya.

Baca Juga  Terungkap, Peminum Kopi Punya Tulang yang Lebih Kuat

Frona mengatakan, bahwa pendapatannini akan terus di update hingga 9 Oktober 2019 mendapatkan jadi akan terus di pantau oleh petugas.

“Data yang saat ini ada belum semuanya terkaget masih ada perubahan karena saat ini data dari korban yang meninggal dan mengungsi pun terus masuk dan mengalami perubahan dan nanti data ini akan di katakan finish pada tanggal 9 Oktober mendatang, namun jika kondisi gempa terus berlanjut maka waktu siaga akan di tambahkan oleh pihak BPBD Provinsi Maluku,” Katanya.

Kepala Statiun Geografi Kelas I Karang Panjang Ambon, Sunardi menambahkan, hingga tanggal 3 Oktober 2019 pukul 13.00 Wit telah telah tercatat 951 kali gempa susulan yang sudah terjadi sejak 26 September 2019 lalu.

Baca Juga  Achmad Purnomo Positif Covid-19, Jokowi Jalani Tes Swab

Rincian gempa susulan dari gempa pertama 6,8 magnitudo sampai sekarang antara lain: hari pertama 244 kali, hari kedua 214 kali, hari ketiga 139 kali, hari keempat 102 kali, hari kelima 83 kali, hari keenam 94 kali, hari ketujuh 61 kali

“Gempa susulan ini tidak berpotensi untuk merusak karena goncangan yang dihasilkan di bawah 4 magnitudo,” tandasnya. (ebot)