BPBD Segera Keluarkan Status Darurat Bencana Gelombang Ekstrim di Kabupaten Buru

oleh -50 views
Link Banner

Porostimur.com | Namlea: Setelah terjadi gelombang pasang cukup eksrim sejak 4 hari terakhir, Pemerintah Kabupaten Buru berencana akan mengeluarkan status Darurat Bencana dalam waktu dekat.


“Yaang pasti dalam waktu dekat kita akan mengeluarkan status darurat bencana,“ kata Hadi, Kepala BPBD Kabupaten Buru.


Hal ini menyusul semakin parahnya dampak yang disebabkan oleh fenomena gelobang pasang dengan tinggi gelombang pantai mencapai 3 hingga 4 meter dan telah menghancurkan talut pengaman.

Gelombang tinggi bahkan membawa sejumlah material batu dan pasir hingga ke rumah warga dan menyebabkan kerusakan cukup serius.

BPBD Buru terus menghimbau bagi para warga yang berada di wilayah pesisir untuk tetap waspada terhadap gelombang tinggi yang terus terjadi dan tidak bisa diprediksi.

“Kami minta untuk masyarakat kususnya yang tinggala di sekitar garis pantai untuk selalu tetap waspada dan siaga dalam menghadapi musim gelombang pasang yang sulit diprediksi, ” tambah Hadi.

Baca Juga  Sukses Bantai Lyon, Bayern Munich Tantang PSG di Final Liga Champions!

Sejumlah bantuan juga telah diturunkan oleh pemerintah daerah dan pihak kepolisian. Bantuan yang diberikan diantaranya. Sembako dan obat obatan serta tenaga medis yang ditempatkan di kantor desa setempat.

Sedangkan untuk Kepolisian, selain bantuan logistik, Polres juga merangkul sejumlah anggota gabungan dari TNI Polri maupun Satpol PP untuk melakukan pembersihan puing puing sisa yang ditimbulkan kibat gelombang extrim yang menerjang pemukiman warga.

“Iya. sejumlah bantuan logistik sudah kami salurkan bersama dengan batuan dari pemda, sekarang anggota kami dan anggota gabungan Tni juga satopol pp terus melakukan pembersihan lokasi terdampak, bekerja sama dengan masyarakat setempat,” jelas Kasubag Humas Polres Buru, Ipda Zulkifly.

Baca Juga  Dorna Sports Umumkan MotoGP Jerman, Belanda, dan Finlandia Resmi Dibatalkan

Rencananya pemerintah melalui dinas PUPR kabupaten, ilyas, selaku kadis akan membangun 15 rumah bantuan pada januari tahun 2020. Pembangunan ini diperuntuhkan bagi para warga yang rumahnya rusak berat terdampak gelombang pasang yang terjadi saat ini.

“Iya. kami akan membangun kurang lebih 15 rumah bantuan untuk para korban yang rumahnya rusak parah akibat gelombang pasang yang terjadi sekarang. Kami akan bangun di Januari 2020 nanti, tentunya saja lokasinya bukan ditempat mereka tinggal saat ini, tapi di lokasi yang aman dari ancaman bencana alam termasuk gelombng laut.” tegas Ilyas.

Dari data BPBD buru. Terdata sebanyak 64 kk terkena dampak gelombang extrim. 10 diantaranya rusak parah dan lainnya alami rusak ringan dan tergenang.

Baca Juga  Buzzer Hoaks soal Papua Dapat Kucuran Dana Rp 4,2 M untuk Iklan di Facebook

“10 rumah rusak berat dan yang lain rusak ringan dan tergenang atau terdampak, sedangkan kusus untuk terdampak di desa wamlana terdapat 6 rumah alami rusak berat dan 37 rumah rusak ringan dan tergenang,” paparnya.

Hadi menyebutkan. Gelombang pasang yang terjadi sejak beberapa hari lalu terjadi di sepanjang garis pantai pulau buru, namun gelombang terbesar terjadi di dua lokasi yakni kecamatan fenalisela di desa wamlana dan kecamatan airbuaya yang berlokasi di desa bara. Dengan dampak yang ditimbulkan dari naiknya gelombang pasang cukup ekstrim. (ima)