“Bagaimana yang kita lihat di sini, Desa Bajo, biarpun lapangan jauh, tetapi begitulah semangat pemuda dan semangat masyarakat Desa Bajo agar bagaimana turnamen ini bisa berlangsung. Mudah-mudahan ini menjadi wadah untuk menunaikan bakat-bakat dan talenta yang kita miliki,” katanya.
Bupati Minta Kompetisi Jadi Perekat Warga
Selain menjadi panggung kompetisi, Bassam berharap Pemuda Cup I dapat menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarmasyarakat.
Ia mengingatkan seluruh tim dan suporter agar tidak menjadikan persaingan di lapangan sebagai alasan untuk memunculkan perpecahan.
Menurutnya, kemenangan memang menjadi tujuan dalam sebuah pertandingan, tetapi persatuan dan persaudaraan jauh lebih penting.
“Beda tim boleh, tetapi jangan sampai kemudian memecah-belah di antara kita semua. Bertanding dengan suka cita, dengan keinginan untuk menang, tetapi tetap jaga sportivitas dan kebersamaan. Jangan sampai pertandingan ini mencederai hubungan silaturahmi dan persatuan,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi penting karena turnamen olahraga di tingkat desa tidak hanya mempertemukan para pemain, tetapi juga melibatkan masyarakat luas sebagai pendukung masing-masing tim.
Karena itu, seluruh pihak diminta menjaga suasana pertandingan tetap aman, tertib dan penuh kegembiraan.









