Buku Antologi “Ngoko Kodiho Talalu Susa” Karya Ayah Arie Dilauching Dengan Pementasan Teater

oleh -125 views

Sebagai guru Teater Anak Bangsa, dia membutuhkan tidur lebih awal agar bisa bangun di pukul 04.00 WIT subuh untuk bekerja. Misalnya, semenjak bekerja di mampus, ia bahkan tidak bisa berbuat apa-apa.

Biasanya hasil pekerjaan di kampus, dia telah bikin di pagi hari, lalu dibawa ke kampus untuk bekerja.

Dahulu, ia lebih suka berjalan kaki dari rumah sakit ke Koloncucu. Sebab di saat lagi berjalan kaki, Ayah Arie sedang menulis, tetapi tidak pakai pulpen. Dari tulisan itu, lalu disimpan di jiwa, kemudian pulang dan mencari kertas untuk menulis.

“Jadi, hardnya ada di atas kertas, dan software simpan dalam laptop,” pungkasnya.

Prof. Dr. Gufran Ali Ibrahim menilai, beberapa tahun lalu, dalam karya pertama Zainudin M. Arie “Alif, Alam Makolano” seharusnya sudah memberi pengantar, tetapi ia belum sempat.

Baca Juga  Aklamasi, Maria Gosan Nahkodai Golkar Tanimbar 2026–2030

Kemudian datang antologi buku kedua “Ngoko Kodiho Talalu Susa” ini, cara Gufran Ali Ibrahim atau nama pena Ibrahim Gibra berdamai dari sekian puisi yang ia baca, dan memilih salah satu puisi yang ditulis Ayah Arie, yaitu “Atas Nama”.

“Apa yang saya pilih dari tiga halaman itu, bisa dikatakan secara lisan dengan baik. Tetapi sebelum kesana, John Kennedy bilang, bila kekuasaan itu korup, maka puisilah membersihkannya,” ucap Ibrahim Gibra.