“Saya 100 persen senang dan puas, meskipun tentu saja selalu ada ruang untuk perbaikan,” ujar Van Bommel dalam konferensi persnya, dikutip Football Italia.
Van Bommel menyebut persiapan singkat sejak awal pekan menjadi salah satu faktor yang membuat timnya mampu menjalankan rencana permainan dengan baik.
“Kami mulai berlatih pada hari Senin dengan semangat dan intensitas yang tepat, seperti yang juga terlihat di lapangan hari ini. Kami mematangkan sistem 4-3-3 ini selama tiga hari; performa kami memang bukan yang terbaik, tetapi kami mengendalikan babak pertama dengan sangat baik.”
Lammens Jadi Penentu, Lukebakio Kunci Kemenangan
Italia meningkatkan tekanan setelah jeda. Belgia sempat berada dalam situasi sulit, tetapi sejumlah penyelamatan penting Lammens membuat gawang mereka tetap aman.
“Italia menekan kami lebih gencar setelah jeda dan Senne Lammens melakukan penyelamatan luar biasa. Berkat sejumlah pergantian pemain, kami kembali menguasai pertandingan dan gol indah Lukebakio memastikan kemenangan kami, persis seperti yang ia lakukan di San Siro saat melawan Milan (bersama Benfica),” kata Van Bommel.
Pelatih asal Belanda itu juga menekankan pentingnya kedalaman skuad. Menurutnya, kemenangan Belgia tidak semata-mata bergantung pada pemain yang tampil sejak menit awal.










