Dalam operasi yang disebut sebagai salah satu eskalasi terbesar di kawasan tersebut, Iran menyatakan serangan awal menyebabkan gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Selain itu, sebuah sekolah perempuan di Iran selatan juga dilaporkan terkena serangan hingga menewaskan hampir 200 siswi.
Pemerintah Iran memperkirakan jumlah korban tewas akibat rangkaian serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel telah melampaui 1.200 orang.
Sekolah Korban Serangan Akan Dijadikan Monumen
Di tengah meningkatnya korban, pemerintah Iran berencana menjadikan sekolah putri yang terkena serangan di Kota Minab, Iran selatan, sebagai monumen peringatan bagi para korban agresi militer tersebut.
Wakil Menteri Warisan Budaya dan Pariwisata Iran, Ali Darabi, mengatakan kompleks sekolah tersebut akan dijadikan museum untuk mengenang para korban yang tewas dalam serangan.
Sekolah tersebut dilaporkan menjadi salah satu lokasi yang terdampak pada hari pertama operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel yang diberi nama Operasi Epic Fury.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan sedikitnya 171 siswi tewas akibat serangan tersebut. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga dilaporkan menyerukan pertanggungjawaban atas insiden mematikan itu.









