Bupati Minta Putra Daerah Malra Siapkan Diri Hadapi Seleksi CPNS dan P3K

oleh -165 views
Link Banner

Porostimur.com | Langgur: Bupati Maluku Tenggara (Malra),  M Thaher Hanubun meminta putra-putri di Nuhu Evav agar mempersiapkan diri guna menghadapi seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) (CPNS) dan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P3K) pada 2021.

“Rekruitmen CPNS dan P3K lingkup Pemkab Malra dilakukan dalam waktu dekat. Oleh karena itu putera putri terbaik daerah agar mempersiapkan diri lebih awal. Saya yakin dan percaya anak-anak kita memiliki kemampuan dan pengetahuan yang memadai. Namun, yang diperlukan saat ini adalah belajar dan belajar,” katanya, di Langgur, Selasa (18/5/2021).

Hanubun bilang, belajar dari pengalaman sebelumnya, di mana banyak putera puteri asal Malra kalah bersaing dengan kompetitor dari luar daerah mana diharapkan setiap calon yang akan mengikuti rekruitmen nanti.

“Perlu  diingat bahwa ini adalah era kompetisi,  di mana kapasitas setiap peserta adalah penentu utama keberhasilan dalam seleksi CPNS. Semua WNI termasuk yang berasal dari luar wilayah Malra juga berkesempatan untuk mengikuti seleksi,” ujarnya.

Thaher menjelaskan, terhadap agenda Pemkab Malra terkait rekrutmen CPNS dan P3K pada 2021 didasarkan sesuai UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, Pegawai ASN terdiri dari PNS dan P3K. PNS dan PPPK pada prinsipnya adalah sama karena memiliki serangkaian pengelolaan,  mulai dari tahap perencanaan hingga pemberhentian. Perbedaannya, PNS diangkat secara tetap, sedangkan P3K diangkat berdasarkan perjanjian kerja. PNS mendapatkan hak pensiun, sedangkan P3K tidak.

Baca Juga  Pemkab Malra Segera Lakukan Penyetaraan Jabatan Eselon IV

Pada 2021 Unit Kerja Kepegawaian dan Organisasi SETDA Malra sudah mengusulkan formasi CPNS dan P3K ke Kemenpan RB sejumlah 1.140 formasi, dengan rincian tenaga guru 140 formasi, kesehatan 525 formasi, dan tenaga teknis sejumlah 475 formasi.

Usulan itu seluruhnya kata Hanubun, didasarkan pada hasil analisis jabatan dan analisis beban kerja, dan berdasarkan Keputusan Menpan RB RI Nomor: 629 Tahun 2021 tanggal 21 April 2021 tentang Penetapan Kebutuhan Pegawai ASN di Lingkungan Pemkab Malra tahun 2021, telah ditetapkan alokasi CPNS dan P3K berjumlah 514 formasi.

“514 alokasi CPNS dan P3K tersebut terbagi atas tenaga Guru 177 formasi, Kesehatan 312 formasi dan tenaga teknis 25 formasi,” ujar  Bupati. 

Baca Juga  Gudang pala terbakar, kerugian ditaksir capai Rp 2 M

Khusus alokasi formasi tenaga guru sebanyak 177, seluruhnya untuk mengisi formasi P3K, sedangkan formasi tenaga Kesehatan dan tenaga Teknis adalah formasi untuk CPNS.

Formasi P3K guru dikhususkan bagi peserta seleksi yang berasal dari  tiga kelompok atau kategori yakni, pertama mereka yang sudah terdaftar sebagai tenaga honorer kategori II dalam data Listing BKN. Jumlahnya tidak bisa ditambah dan dikurangi karena sudah ada tercatat secara elektronik, apalagi sampai dengan saat ini masih bekerja di Malra.

Kedua, mereka yang bertugas sebagai guru honorer pada Sekolah Negeri maupun swasta dan sudah terdata pada DAPODIK, kemudian kategori tiga yakni para lulusan Perguruan Tinggi yang sudah memiliki sertifikat pendidik yang dikeluarkan oleh Lembaga Pendidikan. Seleksi Tenaga Guru ini akan dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas UNBK yang sebelumnya sudah dimiliki oleh setiap Sekolah.

Menurut Bupati,  jumlah alokasi formasi pada 2021  adalah jumlah terbesar dari tahun-tahun sebelumnya. Ini merupakan momentum yang sangat penting untuk meningkatkan pelayanan publik dan tugas – tugas pemerintahan, serta memberikan kesempatan dan akses luas kepada lulusan Perguruan Tinggi terlebih khusus putra putri Evav untuk menjadi birokrat dan berperan dalam pembangunan Malra.

Baca Juga  Survei elektabilitas terbaru, Jokowi masih unggul 51,2 persen

Pelaksanaan seleksi, diperkirakan akhir Mei 2021. Kita akan segera mengumumkan, termasuk seluruh tahapan dan kelengkapan berkas administrasi yang diperlukan. Sistem ambang batas kelulusan seleksi masih tetap diterapkan pada 2021.

Nilainya akan ditetapkan oleh Kemenpan RB, dan tahapan seleksi masih tetap sama yakni tes kompetensi dasar dan tes kompetensi bidang. Substansi materi tes untuk tes kompetensi dasar juga masih sama yakni materi tes karakteristik pribadi, pengetahuan umum dan wawasan kebangsaan.

“Saya memastikan bahwa pelaksanaan seleksi ini akan dilaksanakan secara jujur, objektif dan transparan. Jangan percaya dengan isu yang sengaja dihembuskan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab bahwa seleksi CPNS ini bisa dengan “Joki” atau menawarkan jasa bisa meloloskan dengan sejumlah uang,” tandas Bupati. (red/katim)

No More Posts Available.

No more pages to load.