Porostimur.com, Langgur – Anggaran Pendapatan Daerah Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara tahun 2026 tercatat sebesar Rp768,43 miliar. Angka ini mengalami penurunan sebesar 15,04 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Penurunan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas fiskal dan mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan di tengah kebutuhan pembangunan yang terus meningkat.
Realisasi Semester I Masih Rendah

Memasuki pertengahan tahun, realisasi Pendapatan Daerah hingga Juni 2026 baru mencapai Rp120,26 miliar atau setara 15,65 persen dari total target anggaran.
Capaian ini menunjukkan bahwa kinerja pendapatan daerah masih perlu didorong agar dapat memenuhi target hingga akhir tahun anggaran.
Didominasi Transfer Pusat
Secara struktur, pendapatan daerah Maluku Tenggara masih didominasi oleh Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) yang mencapai Rp108,76 miliar.
Sementara itu, kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tercatat sebesar Rp7,78 miliar, sedangkan pendapatan lainnya menyumbang Rp3,73 miliar.
Komposisi ini menunjukkan ketergantungan yang cukup tinggi terhadap dana transfer dari pemerintah pusat, sementara kontribusi PAD masih relatif terbatas.
Tantangan Optimalisasi PAD
Kondisi tersebut mengindikasikan perlunya strategi yang lebih agresif dalam meningkatkan PAD sebagai sumber pendapatan yang lebih mandiri.










