Butuh Rp 143 T Jadikan Morotai Pusat Logistik Asia-Pasifik

oleh -39 views

Porostimur.com – Jakarta: Saat ini pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) di Indonesia masih belum optimal. Setidaknya dibutuhkan konsorsium modal investasi senilai 10 miliar dolar AS atau Rp 142 triliun (kurs 14.328 per dolar AS) untuk mendorong kawasan ini berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

Ketua Harian Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Indonesia Komite Taiwan Rini Lestari mengatakan meningkatnya perekonomian Indonesia sebesar 7,02 persen pada kuartal II 2021 mampu memberi peluang KEK berkembang termasuk KEK Morotai.

“KEK di Indonesia akan mampu berkembang dan membantu memulihkan perekonomian akibat pandemi, salah satunya KEK Morotai di Pulau Morotai- Provinsi Maluku Utara yang bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia bagian Timur,” ujarnya seperti dikutip dari republika.co.id, Rabu (10/11/2021)

Baca Juga  Wujudkan Kota Ramah Usia, Pemkot Ambon Luncurkan Sekolah Lansia BKL Elim

Sementara itu, Founder dan Chairman Jababeka Tbk Setyono Djuandi Darmono menambahkan kawasan ini memiliki tiga KEK yaitu Tanjung Lesung- Kendal- Morotai, menerangkan bahwa Pulau Morotai yang menjadi lokomotif perekonomian Indonesia bagian Timur dari segi logistik.

“KEK Morotai berada di perbatasan langsung dengan Samudera Pasifik, sebuah lokus jalur perdagangan antar negara dan antar benua. Negara-negara di kawasan Asia-Pasifik punya tren pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi. Kemudian, KEK Morotai berada di jalur migrasi ikan tuna, maka KEK Morotai merupakan sumber bahan baku bagi industri pengolahan perikanan, sehingga banyak hal yang bisa dieksplor oleh investor,” ucapnya.