Selain pengembangan bawang dilaksanakan juga pengembangan cabai seluas 40 hektar yang telah terbukti mampu mengendalikan harga bawang dan cabai pada saat itu, bahkan pada saat itu Maluku Tenggara mencapai surplus pada komoditi bawang merah beberapa tahun lalu.
Dirinya juga menjelaskan bahwa persoalan yang kemudian dihadapi adalah pasar komudititas untuk kebutuhan ekspor keluar daerah yang dirasa belum. Sementara komoditi bawang merah dan cabai dari Kepulauan Kei ini dirasakan cukup baik.
Jasmono juga mengatakan bahwa tata kelola pertanian dari hulu sampai ke hilir, mestinya menjadi perhatian serius, sehingga produk pertanian bawang merah dan cabai tidak hanya berdampak pada pengendalian inflasi saja, melainkan mampu menambah nilai ekonomi bagi masyarakat secara menyeluruh
“Di sinilah pemerintah daerah harus hadir memberikan jaminan pasar bagi petani yang dilakukan di antaranya melalui kerjasama antar daerah. Pada kesempatan ini saya perlu tegaskan bahwa, akselerasi pemberdayaan hanya bisa kita lakukan jika ada keterpaduan program dan kegiatan sehingga tujuan dapat dapat dicapai diantaranya penyediaan dan peningkatan sarana pra sarana meliputi jalan usaha tani,irigasi, transportasi hasil pertanian,” papar Jasmono.









