Bupati Maluku Tenggara: Adat dan Persaudaraan Jadi Perekat Masyarakat Kei

oleh -3 Dilihat
Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun, menegaskan bahwa siapa pun yang memilih tinggal dan hidup di Kepulauan Kei harus menghormati adat, tata kehidupan, serta nilai-nilai luhur yang diwariskan masyarakat setempat.

Porostimur.com, Langgur — Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun, menegaskan bahwa siapa pun yang memilih tinggal dan hidup di Kepulauan Kei harus menghormati adat, tata kehidupan, serta nilai-nilai luhur yang diwariskan masyarakat setempat.

Pesan itu disampaikan Thaher saat menghadiri kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Ohoi Dunwahan, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Selasa (1/9/2026).

“Siapa pun dia, dari mana pun dia. Begitu injak tanah Kei, tinggal dan hidup di sini, itu dia orang Kei. Titik,” tegas Thaher.

Menurutnya, keberagaman latar belakang masyarakat yang hidup di Kepulauan Kei seharusnya menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan, bukan justru melahirkan sekat sosial.

Ia menekankan, adat tidak semestinya dijadikan alat untuk membedakan masyarakat asli dan pendatang. Sebaliknya, adat harus menjadi pedoman bersama dalam membangun hubungan sosial yang saling menghormati.

Baca Juga  Tak Bisa Ikuti Tren Perang Modern, Angkatan Laut AS Kini Kian Terpuruk

“Jangan mengaku orang Kei kalau tidak mengerti tata cara. Tanah ini dia bertuan. Daerah ini dia bertuan,” ujarnya.

Thaher juga mengingatkan salah satu karakter masyarakat Kei yang telah diwariskan dari generasi ke generasi, yakni penghormatan terhadap siapa pun yang datang sebagai tamu.

No More Posts Available.

No more pages to load.