Pemerintah Arab Saudi kini mulai mengalihkan fokus pada pembinaan pemain muda. Perekrutan pemain asing mulai dikurangi, sementara investasi pengembangan talenta usia dini disebut meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Direktur olahraga Federasi Sepak Bola Amerika Serikat, Matt Crocker, bahkan direkrut untuk memimpin program pengembangan pemain muda di negara tersebut.
Sementara itu, Qatar juga harus mengakhiri kiprahnya setelah hanya memainkan tiga pertandingan pada fase grup.
Meski berhasil mencatat sejarah dengan meraih poin pertama di Piala Dunia melalui hasil imbang melawan Swiss, capaian tersebut belum cukup membawa mereka lolos ke babak berikutnya.
Pelatih Qatar, Julen Lopetegui, menilai timnya tetap menunjukkan perkembangan positif.
“Saya pikir kami telah menunjukkan bahwa setidaknya kami mampu bersaing dalam pertandingan-pertandingan seperti ini,” katanya.
Menurut Lopetegui, Qatar akan terus membangun sepak bola nasional melalui pembinaan pemain lokal yang selama ini menjadi fokus utama mereka.
“Jika dibandingkan dengan negara lain, tentu kami tahu siapa diri kami. Namun, kami adalah negara kecil dengan gairah besar dan investasi besar. Kami harus terus berkembang setiap hari,” ujarnya.
Iran dan Irak Ikut Tersingkir
Iran yang telah tujuh kali tampil di Piala Dunia juga kembali gagal menembus babak gugur.
Persiapan mereka disebut turut terganggu akibat dampak konflik dengan Amerika Serikat. Meski demikian, Iran masih mampu memberikan perlawanan dengan meraih tiga hasil imbang dan hanya gagal tipis lolos sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik.











