Terkait duta anti narkoba, Koordinator Kader Pemuda Anti Narkoba Ayuni Papalia mengaku sudah menjadwalkan untuk melakukan pertemuan dengan Ketua DPRD Kab. Buru. “kami sudah ada janji mau jumpa dengan Ketua DPRD, supaya program duta anti narkoba bisa direalisasi”, ungkapnya.
Menurut Yuni, Kabupaten Buru merupakan wilayah yang rawan terhadap peredaran Narkoba, ditambah lagi potensi sumber daya alam yang melimpah. “kita tahu beberapa waktu lalu ada penggerebekan Narkoba di wilayah tambang emas. Kalau bukan kita, siapa lagi yang peduli,” ujarnya.
Safrul dari Bidang Pengembangan Wawasan Pemuda Kemenpora RI meyakini akan banyak yang dapat dilakukan oleh Kader Pemuda Anti Narkoba. “setiap orang yang mengikuti pelatihan ini, diharapkan dapat membentuk kelompok di desanya masing-masing, selamatkan adik-adik kita, lingkungan kita, keluarga kita, dari bahaya Narkoba,” harapnya.
Safrul meyampaikan bahwa Kader Pemuda Anti Narkoba merupakan program prioritas nasional yang harus didukung oleh semua elemen pemerintah, dari pusat sampai daerah. “karena begitu besarnya bahaya narkoba, sehingga Pemerintah Pusat menjadikan Kader Pemuda Anti Narkoba sebagai program prioritas nasional, ini berarti pemerintah serius untuk menanggulangi peredaran Narkoba, kita semua harus mendukung dan turut berpartisipasi,” ungkapnya.




