Cerita dari Sagutora – Dehepodo

oleh -56 views
Link Banner

Oleh: Sofyan Daud, Anggota DPRD Maluku Utara

Truk bermuatan penuh kopra berkurang-karung tergelincir di jalan licin, berbecek akibat hujan.

Truk itu sepertinya mengambil jalur terlalu ke tepi hingga tanah tepian jalan itu amblas. Ban belakang kirinya tergelincir, keluar dari bahu jalan.

Ban truk menggantung. Truknya miring, hanya tertahan gardan dan bagian sasis yang menempeli tanah labil. Agar tak terguling, truk ditopang dengan potongan batang kelapa.

Link Banner

Kami tiba di dekat TKP, di ujung jalan belum beraspal, di Dusun Sagutora ke arah Dusun Beringin, Desa Selamalofo, Oba Selatan, Kota Tidore Kepulauan, Kamis siang, 3 September 2020.

Di TKP, tampak 2 sepeda motor, dan sebuah Viar, beberapa pemuda setempat yang ikut membantu mengganjal, mendorong truk.

Baca Juga  Tuan Rinding Rilis Single Terbaru 'Jogja Pung Senja'

Hampir seratus karung kopra diturunkan dari truk dan menumpuk di atas tanah berbelukar, sekitar 3-4 meter dari sisi kiri jalan.

Tiga perempuan duduk di atas deker. Tadinya mereka hendak ke kebun tetapi ketika melintasi TKP, para suami atau saudara lelaki mereka terpaksa berhenti, membantu.

Kami pun ikut membantu. Bersyukur mobil operasional Dinas PUPR yang mendampingi kami ke lokasi ini adalah mobil double gardan, dilengkapi tali derek.

Beberapa dari kami turut memastikan topangan, ganjalan ban truk. Juga ikhtiar menjaga agar truk tak makin tergelincir, bahkan terbalik pada saat diderek. Itu fatal.

Dua tali derek dikeluarkan. Satunya dikaitkan ke truk dengan mobil double gardan. Satunya lagi diikatkan ke bak truk sebagai penahan/penarik, agar truk tak terbalik.

Baca Juga  Bukan Ronaldo Pemain Sepakbola Terkaya di Dunia

Beberapa kali coba diderek, alhamdulillah truk berhasil kembali ke jalan yang benar.

RUAS JALAN PAYAHE DEHEPODO, begitu sebutannya, adalah arteri utama akses darat sebagian wilayah Kecamatan Oba dan Kecamatan Oba Selatan yang berujung di Desa Nuku, desa paling selatan dari wilayah Kota Tidore Kepulauan.

Ruas jalan ini juga merupakan arteri dan satu-satunya akses yang menghubungkan wilayah kota Tidore dengan wilayah Halmahera Selatan pada desa-desa di sepanjang kecamatan Gane Barat Utara mulai dari Batulak sampai ke Dolok bahkan hingga ke Saketa di Kecamatan Gane Barat.

Inilah satu-satunya akses darat, bagian dari Halmahera Ring Road. Ruas jalan strategis yang jika kondisinya baik, maka sangat mendukung aksesibilitas ekonomi dan sosial juga interaksi spasial antardesa, antarkecamatan dan antatwilayah di sepanjang pesisir Barat Pulau Halmahera.

Baca Juga  2018, BNNP targetkan rehabilitasi 200 orang korban narkoba

Ironinya, walau ruas jalan ini tidak terlalu jauh dari pusat-pusat penentu kebijakan, sejauh ini, kondisi sebagian besarnya miris: kurang pemeliharaan, belum diaspal, dan seterusnya.

Pada 2020-2021, Pemprov Malut akan meningkatkan ruas jalan ini (Payahe Dehepodo dan Saketa Dehepodo), melalui Kegiatan Tahun Jamak Pembangunan Infrastruktur Jalan Jembatan Prov. Malut 2020-2021. Semoga lancar sesuai rencana. (*)