Oleh: Sofyan Daud, Anggota DPRD Maluku Utara
Truk bermuatan penuh kopra berkurang-karung tergelincir di jalan licin, berbecek akibat hujan.
Truk itu sepertinya mengambil jalur terlalu ke tepi hingga tanah tepian jalan itu amblas. Ban belakang kirinya tergelincir, keluar dari bahu jalan.
Ban truk menggantung. Truknya miring, hanya tertahan gardan dan bagian sasis yang menempeli tanah labil. Agar tak terguling, truk ditopang dengan potongan batang kelapa.
Kami tiba di dekat TKP, di ujung jalan belum beraspal, di Dusun Sagutora ke arah Dusun Beringin, Desa Selamalofo, Oba Selatan, Kota Tidore Kepulauan, Kamis siang, 3 September 2020.
Di TKP, tampak 2 sepeda motor, dan sebuah Viar, beberapa pemuda setempat yang ikut membantu mengganjal, mendorong truk.
Hampir seratus karung kopra diturunkan dari truk dan menumpuk di atas tanah berbelukar, sekitar 3-4 meter dari sisi kiri jalan.
Tiga perempuan duduk di atas deker. Tadinya mereka hendak ke kebun tetapi ketika melintasi TKP, para suami atau saudara lelaki mereka terpaksa berhenti, membantu.

Kami pun ikut membantu. Bersyukur mobil operasional Dinas PUPR yang mendampingi kami ke lokasi ini adalah mobil double gardan, dilengkapi tali derek.
Beberapa dari kami turut memastikan topangan, ganjalan ban truk. Juga ikhtiar menjaga agar truk tak makin tergelincir, bahkan terbalik pada saat diderek. Itu fatal.




